
BATU, (Cakrayudha-hankam.com) – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Batu mengungkap motif aksi pengeroyokan siswa SMP di Kota Batu, Jawa Timur, yang berujung maut. Dari hasil autopsi menyebutkan, penyebab kematian korban akibat cidera berat di bagian kepala.
Akibat peristiwa tersebut, Polres Batu akhirnya mengamankan lima terduga pelaku anak yang berhadapan dengan hukum atas kasus perundungan terhadap R yang berujung kematian itu.
Para pelaku perundungan memiliki peran masing-masing. Satu pelaku berperan menyuruh korban ke lokasi dan merekam seluruh kejadian. Pelaku dua memukul korban dengan tangan kosong sebanyak tiga kali di kepala bagian kiri dan belakang.
Pelaku tiga memukul dengan tangan kosong dua kali di punggung dan perut, paha, dan bokong. Sedangkan dua pelaku lainnya menyuruh melakukan pemukulan terhadap korban.
Polisi memastikan penyebab kematian korban berdasarkan hasil autopsi adalah retak di kepala kiri yang berakibat pendarahan otak.
Motif para pelaku mengeroyok korban karena sakit hati diminta mencetak tugas sekolah.
Kejadian pengeroyokan tersebut, berawal saat temannya yang berinisial A meminta korban untuk mencetak tugas sekolah pada Selasa (28/5/2024) malam.
Namun korban menolak mencetak tugas sekolah itu, karena kondisi sudah petang. Tetapi pelaku tetap bersikeras meminta malam itu juga.
Pelaku yang merasa tidak terima, kemudian mengajak korban untuk berkelahi.
Lalu pada Rabu (29/5/2024), korban sempat masuk sekolah untuk mengikuti ujian. Selanjutnya pelaku mengajak korban ke sekitar villa yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu.
Di sekitar villa itu, korban dikeroyok. Setelah kejadian, korban diturunkan di dekat Pom Bensin di sekitar wilayah Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu. Korban lalu berjalan kaki menuju rumahnya sekitar 2,5 km.
Lalu pada Jumat (31/5/2024) pagi, korban merintih kesakitan di bagian kepala, dada, dan belakang punggung setelah bangun tidur. Korban lalu melapor ke ibunya, dan sekitar pukul 06.30 WIB dibawa periksa ke Rumah Sakit Hasta Brata Bhayangkara, Kota Batu.
Kasus kematian RKW (14), siswa kelas 1 SMPN 2 Kota Batu, menemui titik terang. Polisi menetapkan 5 teman sekolah hingga teman bermain RKW menjadi tersangka pengeroyokan tersebut.
Dilansir detikJatim, Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin mengatakan 5 anak yang berhadapan dengan hukum itu berinisial AS (13), MI (13), KA (13), MA (13), dan KB (13). Para tersangka ini memiliki peran masing-masing.
Pada saat kejadian, KA diketahui menjemput korban dan mengambil video saat korban dipukuli. Sedangkan MI memukul dengan tangan kosong sebanyak tiga kali pada bagian kepala samping kiri dan belakang. Ia juga menendang sekali pada punggung korban.
Kemudian MA memukul dengan tangan kosong sebanyak dua kali pada bagian punggung, lalu menendang tiga kali di perut, paha, dan bokong serta menyeret korban. Lalu untuk AS dan KB meski tak ikut memukul, tapi keduanya yang menyuruh pemukulan.
“Motif inisial MA karena tersinggung oleh korban diminta untuk mencetak atau nge-print tugas pada malam hari tapi tidak mau. Akibat tersinggung tersebut maka MA mengajak teman-temannya untuk melakukan penganiayaan terhadap korban,” jelas Oskar.
Selain menetapkan tersangka dan membeberkan perannya, polisi juga mengungkapkan penyebab kematian korban. Hal ini didasarkan dari hasil autopsi yang dilakukan. “Berdasarkan hasil visum korban meninggal akibat retak pada batok (tempurung) kepala bagian kiri ya sehingga terjadi pendarahan dan penggumpalan darah pada otak nah seperti itu,” terang Oskar. (**)
Sumber: tvonenews.com dan news.detik.com
