Cirebon,(Cakrayudha-hankam.com) – Seorang pria mengaku bernama Melmel muncul dan memberikan kesaksian mengejutkan soal kasus Vina Cirebon.
Kesaksian tersebut disampaikan Melmel saat menjadi narasumber di TV One, pada Kamis (30/5/2024).
Awalnya pada Sabtu, 27 Agustus 2016, Melmel mengaku ditelepon Eky.
Kala itu Eky mengaku sedang memiliki masalah dengan Egi.
“Sore si Eky nelepon saya, ‘Kang ada acara gak?’. ‘Gak ada, kenapa dek?’. ‘Nanti malam kita jalan, saya lagi ada masalah sama Egi’,” kata Melmel dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Tv One.
Dia tak berpikir masalah tersebut akan berujung pada kasus pembunuhan Eky dan Vina.
Sekitar pukul 20.00 WIB, Melmel menghubungi Eky untuk memastikan pertemuannya.
Pada Melmel, Eky mengaku sedang menjemput Vina.
“Saya sambil becanda, ‘kalau jemput Vina ya bawa temennya lah dek’, si Linda maksudnya. akhirnya kami jemput Linda,” kata Melmel.
Saat berkeliling Kota Cirebon menuju Taman Sumber, rombongan Eky, Melmel, Vina dan Linda bertemu 3 komplotan pelaku.
Menurut Melmel pun saat itu gelagat Vina sudah sangat aneh.
“Kami jalan-jalan, mampir di warung beli minum, si Vina mau ikut saya, gelagat Vina kayak gelisah gitu. Lewat 3 motor teriakin Eky. cuma Eky ngomong itu temennya Egi,” kata Melmel.
Singkat cerita sepeda motor Eky dan Vina, kemudian dilempari batu dan dihadang para pelaku.
Melmel berpisah dengan Eky setelah isi bensin.
Kemudian dia melihat Eky dibawa pelaku masuk ke dalam Gang Bakti 1 di samping SMP 11 Cirebon.
“Saya ajak yang jaga warung tapi dia ndak berani, saya ngendap-ngendap ke dalam, di dalam sudah ramai,” kata Melmel.
Ketika mengintip, Melmel mengaku melihat pelaku sudah menyiksa Eky.
“Sudah ada pemukulan, ada lebih dari 10 saya gak ngitung. yang pertama disiksa itu Eky. Saya mau samperin tapi takut juga,” katanya.
Menurut Melmel, Eky disiksa hingga tak bergerak lagi.
“Setelah Eky dipukul sudah gak bergerak, lalu si Vina ini yang disiksa, ada sejaman kurang lebih,” katanya.
Ketika Eky dan Vina sudah tak berdaya, menurut Melmel, sebagian pelaku keluar gang lebih dulu.
Baru disusul pelaku membonceng Eky dan Vina.
“Begitu selesai, mereka mau keluar saya lari. Pertama yang keluar berapa motor aja, Vina sama Eky belum dibawa, gak tau mereka ngecek apa gimana,” katanya.
Kata Melmel, pelaku membonceng masing-masing korban.
“Diboceng 3, Vina ditaruh di tengah sambil tutup mukanya pakai jaket, gak ada pergerakan sudah,” katanya.
Melmel kemudian mengaku membuntuti iring-iringan pelaku yang membawa Eky dan Vina
“Jarak saya agak jauh,” katanya.
Melmel melihat awalnya pelaku membawa dua korban ke bawah jembatan Talun.
“Entah kenapa dibawa naik ke atas, nah di atas itu terakhir dibuang Eky sama Vina,” kata Melmel.
Dengan kondisi flyover Talun yang terang karena lampu penerang jalan, Melmel mengaku mengenali beberapa pelaku, di antaranya Saka Tatal dan Ucok.
“Saka Tatal ada, Ucok entah siapa panggilannya di geng motor saya gak tahu,” katanya.
Usai menaruh jasad Eky dan Vina di flyover Talun, sebagian pelaku pergi.
“Tapi gak semuanya, kayaknya sudah dibagi tugasnya. Saya datangin, saya hampiri Eky saya pikir ada pergerakan,” kata Melmel.
Lalu Kuasa Hukum Vina, Putri Maya Rumanti yang turut menjadi narasumber mempertanyakan kenapa Melmel tidak menyampaikan hal itu ke polisi.
“Pertanyaan saya, kenapa selama ini dia tidak mencoba menyampaikan hal tersebut ke kepolisian,” kata Putri Maya Rumanti.
Putri Maya berharap kalau kesaksian Melmel itu bisa dipertanggung jawabkan.
“Kita juga menunggu asalkan benar seperti apa yang dialami dan dirasakan. Karena kan pernyataan ini harus dipertanggung jawabkan,” jelas dia.
Bahkan tim Hotman 911 bersedia mendampingi jika Melmel memiliki bukti untuk mempertanggung jawabkan pernyatannya itu.
“Kalau Anda memang bisa membuktikan faktanya, kami menunggu,” jelasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.(Red)

