Momen Kakak Kandung Vina Cirebon Tertawa Dekat Hotman Paris, Tingkah Asisten Jadi Pemecah Ketegangan

    0
    142

    Cirebon,(Cakrayudha-hankam.com) – Marliana, kakak kandung Vina Dewi Arsita atau Vina Cirebon, dibuat tertawa dengan tingkah tim pengacara yang dipimpin Hotman Paris.

    Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (29/5/2024), Hotman Paris dan timnya mengungkap fakta terkait kasus tewasnya Vina dan Eky.

    Dalam pertemuan kali ini, Hotman Paris dan timnya meminta kepolisian agar lebih teliti untuk mengungkap kasus tersebut.

    Usai sesi tanya jawab dengan media massa, salah satu asisten Hotman Paris melakukan tindakan yang mengundang gelak tawa.

    Diketahui Hotman Paris merasa gerah saat konferensi pers dilakukan.

    Cuaca panas membuat Hotman Paris bercucuran keringat.

    Secara spontan, Hotman Paris langsung meminta tisu untuk mengelap keringatnya.

    “Ada tisu gak sih? Gua udah kepanasan ini,” ucapnya seperti dikutip media ini dari tayangan Breaking Newas Tv One, Rabu (29/5/2024).

    Salah satu asisten Hotman Paris berinisiatif melakukan tindakan cepat.

    Salah satu asisten Hotman Paris tersebut dengan cekatan mengelap wajah bosnya yang terlihat berkeringat.

    Sontak Hotman Paris langsung melontarkan kalimat.

    “Aspri saya ada 314. Dia berusaha masuk tapi belum lolos,” bebernya.

    Melihat kejadian itu, Marliana tak bisa menahan untuk tertawa.
    Kakak kandung Vina itu tertawa sambil menepuk pundak asisten Hotman Paris tersebut.

    Permintaan keluarga Vina Cirebon

    Sementara itu, Marliana meminta agar kasus yang membuat Vina dan Eky tewas untuk diusut tuntas.

    Hanya saja, kata Marliana, polisi tak perlu terburu-buru untuk menanganinya.

    Sebab jika terburu-buru, lanjut Marliana, justru berpotensi terjadinya kekeliruan.

    “Saya meminta kepolisian agar tidak tergesa-gesa mengambil keputusan. Diteliti dulu, diselidiki dulu lebih lanjut,” bebernya.

    Terkait dengan hilangnya dua DPO, Marliana pun mengaku terkejut.

    “Keluarga sangat kaget mendengar dua DPO itu fiktif. Kami meminta kepada kepolisian agar 2 DPO ditelusuri lagi,” tegasnya.

    “Pada awal kan dijelaskan 3 DPO, tapi kenapa hanya satu dan dua lagi hilang,” pungkasnya.(Red)