Inilah Kronologi Kapal Pengangkut Beras Bulog Karam, 40 Ton Beras Terendam Air Laut

0
93
Kapal pengangkut 40 ton beras Bulog yang karam di wilayah Pantai Beting Beras. (Foto: Humas Pemprov Riau)

PEKANBARU, (Cakrayudha-hankam.com) – Peristiwa tidak terduga terjadi saat 40 ton beras milik Badan Urusan Logistik (Bulog) terendam air. Kemudian, beras puluhan ton itu terpaksa harus dievakuasi ke daratan.

Kejadian tersebut disebabkan kapal yang membawa kebutuhan pangan masyarakat Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, itu karam di wilayah Pantai Beting Beras, Kamis (23/5/2024).

“Beras itu semua basah, setelah kapal bermuatan beras tersebut karam. Beras yang ada di kapal harus dievakuasi secara manual ke daratan,” kata Penjabat (Pj) Kepala Desa Tanjung Bunga, Toni Anuar, seperti disampaikan Humas Pemprov Riau, Heru di Pekanbaru, disitat Antara.

 

Irwin (30), seorang anak buah kapal (ABK) mengatakan, kapal pengangkut beras Bulog itu karam di perairan Desa Kuala Merbau, di Pantai Beting Beras, pada Kamis (23/5/2024) sekitar pukul 23.00 WIB.

 

Kondisi kapal yang masih kandas di Pantai Beting Beras, membuat beras Bulog tersebut semua basah. Sebagian di antaranya sudah dibongkar, dan pada Jumat (24/5/2024) malam, kapal akan ditarik ke sungai dan muatan kapal di bongkar di pelabuhan setempat.

 

 

“Beras itu sesuai program Bulog akan disalurkan kepada masyarakat di Desa Kuala Merbau, Desa Tanjung Bunga, Desa Renak Dungun, Desa Baran Melintang, dan di Desa Pangkalan Balai,” kata Irwin.

 

Di lain tempat, Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Pekanbaru, Sanya G. mengatakan, pada Jumat (24/5/2024) malam berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, dan Pelalawan.

“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar, dan Kuantan Singingi pada pagi dan siang hingga sore hari,” kata Sanya.

 

Sanya menambahkan, saat ini suhu udara berada di antara 23.0-32.0 °C, dengan kelembapan udara 60-99 persen, angin bertiup dari Tenggara menuju Barat Daya dengan kecepatan 10-30 km per jam.

 

“Prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau berkisar antara 0.01- 0.50 meter (tenang). Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 1 titik di Sumut, sedangkan untuk di Riau, nihil,” katanya. (**)

 

Sumber: korpsnusantara.com