
CIAMIS, (Cakrayudha-hankam.com) – Judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) merajalela di tengah-tengah masyarakat, bahkan menyasar ke seluruh kalangan dan lapisan masyarakat. Hal tersebut dianggap sangat meresahkan sampai memilukan, karena menimbulkan dampak negatif yang multidimensional. Hal ini merajalela, bukan hanya terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis, tapi terjadi hampir di seluruh pelosok Indonesia.
Hal tersebut dikatakan Ketua Forum Ketahanan Bangsa Kabupaten Ciamis yang juga Caleg DPRD Ciamis terpilih dari Partai Golkar periode 2024-2029, Mohamad Ijudin, dalam sambutannya saat acara Dialog Publik tentang Penanggulangan Bahaya Pinjaman Online dan Judi Online di Hotel Tyara, Jl. Jenderal Sudirman No.185, Sindangrasa, Kec. Ciamis, Kabupaten Ciamis, Senin (21/5/2024).
Dalam sambutannya, Ijudin juga menjelaskan, bahwa diadakannya dialog tersebut sebagai momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dalam rangka untuk mencari solusi untuk memecahkan masalah yang sedang marak saat ini.
Pada acara ini ia membuka dan mengajak dialog tokoh-tokoh lintas sektoral, sebagai salah satu tanggung jawab moral dan bentuk ikhtiar memikirkan dan menyelesaikan masalah keterpurukan umat akibat dari pinjol dan judol.
Bahkan, yang paling menyedihkan kasus pembunuhan dan bunuh diri, terus terjadi tanpa ada solusi konkret bagaimana menyelamatkan saudara-saudara kita, masyarakat yang terlilit kedua jeratan mematikan pinjol dan judol tersebut.
“Jujur kami sangat prihatin melihat kondisi seperti saat ini. Kita negara kaya tapi rakyatnya terpuruk dengan pinjol dan judol. Kita semua umat beragama yang lengkap dengan segala jenis organisasi dan kegiatan keagamaannya, tapi kita terjerumus dengan dengan pinjol dan judol. Kita punya negara dengan segala komponen aparatur maupun kemasyarakatannya, namun warganya terpenjara oleh kerangkeng pinjol dan judol,” ujarnya.
Ijudin menambahkan, jika ini terus dibiarkan maka korban pinjol dan judol akan semakin banyak dan meluas. “Dan kami pandang ini alarm bahaya bagi negara menyaksikan keterpurukan masyarakat akibat pinjol dan judol ini,” lanjut Ijudin.
Pihaknya menggagas dan menginisiasi kegiatan ini sebagai tanggung jawab moral terhadap masyarakat, terhadap negara, dan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dirinya secara pribadi sebagai wakil rakyat terpilih merasa resah dan gereget melihat kondisi masyarakat seperti ini.
Hal ini diakuinya menjadi masalah yang harus bisa diselesaikan bersama, jangan sampai kita semua seolah diam membisu membiarkan semua ini terjadi, berdosa kita semua dengan membiarkan ini terus terjadi.
“Kami berharap dengan kerendahan hati mengetuk nurani dan mengajak semua pihak di Ciamis ini, untuk duduk bersama bertukar pikiran, bermusyawarah mempelajari akar masalah, mengurainya, dan yang terpenting mencari jalan keluar yang sistematis untuk menanggulangi problematika ini. Insyaallah dengan kebersamaan dan kekompakan Ciamis akan semakin maju dan harum bahkan untuk semua bidang kehidupan,” tuturnya. (**)
Sumber: timesindonesia.co.id
