Satgas TMMD Kenalkan Pancasila dan Merah Putih ke Anak-anak Yabore

    0
    115
    Personel Satgas TMMD ke-120 dari Kodim 1811/Teluk Wondama saat memberikan wawasan kebangsaan kepada anak-anak di Kampung Yabore, Distrik Naikere, Kabupaten Teluk Wondama, Kamis (16/5/2024). (Foto: kabartimur.com)

    WASIOR, (Cakrayudha-hankam.com) – Di sela-sela kegiatan fisik yang cukup padat, personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 di Kampung Yabore, Distrik Naikere, Kabupaten Teluk Wondama, Kamis (16/5/2024) menyempatkan waktu untuk berjumpa dan bercengkrama dengan anak-anak setempat.

    Kesempatan itu, dimanfaatkan personel Satgas TMMD dari Kodim 1811/Teluk Wondama untuk mengenalkan lebih dalam tentang Pancasila yang merupakan dasar dan ideologi negara. Juga mengenalkan bendera kebangsaan Merah Putih kepada anak-anak Kampung Yabore.

     

    Caranya sederhana, anak-anak diajak bernyanyi lagu-lagu nasional seperti Garuda Pancasila dan lagu nasional Bendera Merah Putih, sembari diselingi dengan permainan-permainan.
    Para personel TNI dari Kodim 1811/Teluk Wondama kemudian menjelaskan makna yang terkandung dari lagu-lagu itu.
    “Melalui lagu-lagu dan permainan yang menyenangkan, kami harapkan semangat Pancasila lebih mudah dipahami oleh anak-anak,” kata Sertu TNI Elia, salah satu personil Kodim 1811/Teluk Wondama.
    Kegiatan pengenalan Pancasila dan Bendera Merah Putih sembari bernyanyi bersama itu disambut gembira oleh anak-anak kampung setempat.

    Alfons, salah seorang anak Kampung Yabore, mengaku senang dengan kegiatan menyanyi bersama yang dibuat personel Satgas TMMD.

    “(Rasa) Senang karena kumpul dengan teman-teman,“ ucap Alfons, yang merupakan siswa SD Inpres Yabore.

    Sebelumnya, Dandim 1811/Teluk Wondama Letkol Inf Budi Setiadi selaku Komandan Satgas TMMD Yabore menekankan, selain kegiatan fisik, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan TMMD.

    Menurut Dandim, menanamkan rasa cinta tanah air perlu dilakukan sejak dini, agar  anak-anak bisa memiliki pemahaman yang baik tentang bangsa negaranya sendiri.

     

    Terlebih,  letak Kampung Yabore yang merupakan wilayah terpencil  membuat anak-anak setempat jarang mendapatkan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila maupun hal-hal seputar wawasan kebangsaan.

     

    “Sehingga anak-anak juga harus mendapatkan perhatian mengingat mereka merupakan generasi penerus bangsa. Karena orang tua mereka mungkin tidak terlalu memahami,  “kata Dandim 1811/Teluk Wondama. (**)

     

     

     

    Sumber: kabartimur.com