Pasutri Buronan Kasus Penggelapan Digerebek di Perumahan Doko Indah Kediri

    0
    120
    Petugas gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polrestabes Surabaya menggerebek rumah kontrakan buronan yang merupakan terduga pelaku penggelapan di Perumahan Doko Indah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin 6 Mei 2024 malam. (Foto: Beritasatu.com)

    KEDIRI, (Cakrayudha-hankam.com) – Salah satu rumah di Perumahan Doko Indah, Kabupaten Kediri, Senin (6/5/2024) malam digerebek petugas gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polrestabes Surabaya. Penggerebekan rumah kontrakan tersebut, diduga terkait kasus penggelapan.

    Informasi yang dihimpun awak media, terduga pelaku menjadi buronan Polda Metro Jaya selama satu tahun ini. Pelaku terjerat dalam kasus penggelapan senilai Rp 5 miliar.

    Dari rumah kontrakan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Terduga pelaku yeng menjadi buronan, yakni berinisial MJ dan istrinya inisial NH. Keduanya saat ini diamankan petugas kepolisian.

    Sejumlah barang bukti dibawa pihak kepolisian, seperti beberapa selimut atau sprei, tas, dan berbagai barang hewan peliharaan. Penggrebekan polisi kepada buronan pelaku tersebut turut menggegerkan warga perumahan sekitar.

    Ketua RT Perumahan Doko Indah, Budi Santoso, mengaku sempat terkejut atas penggrebekan tersebut. “Awalnya polisi mencari sesosok pria. Saya membenarkan foto pria yang dicari tersebut tinggal di situ (rumah kontrakan),” kata Budi.

    Budi menbenarkan sosok MJ yang dicari pihak kepolisian bertempat tinggal di lingkungannya di Perumahan Doko Indah. Namun, selama tinggal mengontrak sejak Januari 2024, MJ hanya menyerahkan data orang tuanya dan istrinya, warga Kabupaten Jombang.

    Identitas yang dikumpulkan MJ ke pihak RT merupakan data mertua atau orang tua dan istrinya. “Jadi bukan dia (MJ) langsung,” jelas Budi.

    Ditanya terkait terjerat kasus apa, Budi menyampaikan dari pihak kepolisian menyebut MJ menjadi buronan penggelapan. “Penggelapan. Saya juga tidak tahu persis, kejadiannya di mana, sepertinya di Surabaya. Kan itu polisi dari Surabaya. Dari kepolisian pusat katanya juga ada,” paparnya.

    Sementara itu, pihak kepolisian masih enggan memberikan komentar terkait penggerebekan terduga kasus penggelapan di rumah kontrakan tersebut.

     

    Sumber: beritasatu.com