Saat Sri Mulyani Tutup Paparan di MK Pakai 3 Pepatah

    0
    70

    Jakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pemaparan dalam keterangannya di sidang sengketa Pilpres 2024. Keterangan Sri Mulyani membahas soal anggaran terutama perjalanan Perlindungan Sosial hingga Bantuan Sosial beberapa tahun belakangan.

    Menariknya, Sri Mulyani menutup pemaparan itu dengan 3 pepatah sekaligus. Mulai dari pepatah Jawa hingga ungkapan arab.

    “APBN adalah alat penting bagi semua generasi bangsa, baik generasi hari ini maupun generasi yang akan datang,” kata Sri Mulyani di gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (5/4).

    “Di dalam mencapai cita-cita bersama yaitu, terwujudnya gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo, baldatun toyyibatun warobbun ghofur. Negeri yang damai, adil, makmur, dan sejahtera,” ungkap dia.

    Gemah ripah loh jinawi memiliki arti kondisi masyarakat dan wilayah yang subur makmur. Lalu toto tentrem kerto raharjo berarti keadaan suatu wilayah yang tertib, tentram, sejahtera, serta berkecukupan segala sesuatunya.

    Sedangkan ungkapan arab, baldatun toyyibatun warobbun ghofur bermakna, negeri yang damai, adil, makmur, dan sejahtera.
    Bagi Sri Mulyani, pengelolaan APBN yang baik dan kredibilitas adalah salah satu upaya mencapai cita-cita bersama yang disebutkan tersebut.

    “Sebagai instrumen kebijakan yang begitu penting, APBN akan terus dijaga bersama dengan tata kelola yang baik secara amanah dengan integritas dan profesionalisme yang tidak boleh dikompromikan,” kata dia.

    Sri Mulyani dihadirkan oleh Majelis Hakim Konstitusi dalam persidangan sengketa Pilpres 2024. Dia diminta untuk menjelaskan kepada hakim mengenai anggaran negara yang dikaitkan dengan bansos hingga perlindungan sosial.(Red)