Apakah bencana Ini Berkaitan Dengan Selat Muria?
Demak,(Cakrayudha-hankam.com) – Banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, disebut yang terparah dalam 30 tahun terakhir lantaran magnitudenya jauh lebih luas dari bencana serupa di tahun-tahun sebelumnya.
Ini karena banjir nyaris menenggelamkan setidaknya belasan kecamatan dan telah melumpuhkan aktivis perekonomian.
Tapi ketimbang mengungkap akar masalah dari bencana, narasi yang berkembang di media sosial justru menganggap peristiwa itu adalah kewajaran mengingat wilayah Demak dulu adalah wilayah selat – Selat Muria – yang berubah menjadi dataran rendah.
Apakah narasi itu berdasar dan apa sebetulnya penyebab banjir di Demak?
Banjir Demak mulai surut
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut banjir di Kabupaten Demak sudah mulai surut pada Kamis (21/03).
Di beberapa kecamatan seperti Karanganyar misalnya, ketinggian air dilaporkan turun hingga 50 cm dari sebelumnya 200 cm.
Kemudian di wilayah Demak Kota disebutkan ketinggian air juga mengalami penurunan sekitar 20 cm.
Tercatat tinggal enam kecamatan antara lain Karang Tengah, Kecamatan Gajah, Kecamatan Wonosalam, dan Kecamatan Sayung masih terendam banjir.
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Demak juga melaporkan sejumlah pengungsi berangsur kembali ke rumah masing-masing.
Adapun pengungsi yang bertahan di tempat pengungsian mencapai 24.436 orang dan tersebar di 106 titik.
Dia juga bilang, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Demak bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus bekerja sama dalam penanganan darurat banjir serta melakukan pendataan terhadap dampak kerugian materil.
Tim gabungan bersama warga juga telah memulai kegiatan pembersihan lingkungan di wilayah yang telah surut genangannya.
Sebelumnya Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus Nugroho, mengungkapkan banjir yang terjadi sejak Senin (18/03) itu membuat 90 desa di 11 kecamatan di Demak terendam.
Jumlah warga yang terdampak diperkirakan lebih dari 97.000 orang dan lebih kurang 25.000 orang mengungsi.
BPBD Kabupaten Demak mengimbau warga untuk selalu waspada akan potensi banjir susulan juga terhadap binatang-binatang liar seperti ular yang muncul pascabanjir.
Bagaimana terbentuknya area Demak?
Tapi di media sosial X, banjir terparah di Demak ini banyak dikaitkan dengan Selat Muria, bahkan sebuah akun menyebut “datarannya sedang direklaim balik oleh laut”.(Red)

