Mojokerto,(Cakrayudha-hankam.com) – Sebanyak 2.778 siswa baru dari 20 Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta di Kota Mojokerto mengikuti Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di Alun-alun Wiraraja, Kota Mojokerto, Senin (17/7/2023).
“Kami mengajak MPLS ini kita lakukan serentak di satu titik pusat kota dalam rangka menggaungkan doa bersama, yang beragama Islam kita ajak istighosah dan nonmuslim dipimpin masing-masing pemuka agamanya,” terang Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari melalui rilis Humas Pemerintah Kota Mojokerto seperti dilansir media ini, Selasa, (18/07/23).
Salah satu poin yang ditekankan dalam panjatan doa bersama ini yaitu harapan agar pelaksanaan MPLS berjalan lancar dan bermanfaat.
Selain itu, ke depan selama mengikuti proses pendidikan, para siswa memperoleh ilmu yang barokah dan bermanfaat.
“Agar anak-anak ini dalam berproses untuk mendapatkan ilmu, mereka senantiasa mendapatkan perlindungan dan kemudahan.
Kita bersama-sama dapat mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045, khususnya dari generasi Kota Mojokerto,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini.
Lebih lanjut, Ia juga berpesan kepada para siswa baru untuk senantiasa memperhatikan sikap dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satunya dengan berpamitan kepada kedua orang tua sebelum berangkat sekolah.
“Kalau mau berangkat sekolah atau ke pondok, jangan lupa bersalaman dan mencium tangan orangtua. Ini adalah satu attitude budaya, perilaku, karakter yang harus ditanamkan sejak dini dan harus kita bawa sampai kita dewasa,” tegas Ning Ita.
Ia menjelaskan jika sikap tersebut menjadi salah satu bentuk untuk memohon doa restu kepada orang tua, agar dalam setiap langkah para siswa senantiasa berlimpah keberkahan dan dapat meraih kesuksesan di masa depan.
Selain itu, pihaknya juga berpesan agar peserta didik juga senantiasa memanfaatkan waktu sebaik mungkin, untuk menggali kreativitas dan potensi diri yang dimiliki.
Selain doa bersama, para siswa baru juga menikmati sarapan bersama wali kota. Masing-masing siswa telah membawa bekal dengan menggunakan wadah makan dan botol minum yang dapat digunakan kembali (reusable).
“Ini adalah bagian dari kampanye untuk mengurangi sampah plastik. Anak-anak membawa botol yang bisa dipakai berulang-ulang dari rumah, sehingga tidak perlu membeli botol sekali pakai dan buang,” ujar Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.
Sementara untuk menambah keakraban interaksi para siswa dan Ning Ita, juga diadakan tanya jawab berhadiah. Ning Ita mengajukan sejumlah pertanyaan bagi para siswa. Mereka yang bisa menjawab mendapat hadiah utama kuota internet, sementara yang jawabannya salah berupa reusable botol.
Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, mengurangi sampah plastik menjadi salah satu upaya dalam menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan.
Hal tersebut adalah salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang juga menjadi agenda internasional.(Red)

