Pecah Tangis Triyatno, Rumah Disita karena BUMN Istaka Karya Belum Bayar Utang

    0
    64

    Jakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Komisi VI menerima pengaduan terhadap BUMN PT Istaka Karya. Sejumlah orang yang mengatasnamakan Persatuan Rakyat Korban BUMN Istaka Karya (PERKOBIK) melaporkan BUMN Istaka Karya belum membayarkan utang.

    Salah satu korbannya adalah Triyatno dari CV Tri Jaya Abadi. Tangisnya pecah ketika bercerita kepada anggota dewan.

    Dia menyampaikan bahwa rumahnya sampai disita bank lantaran piutang dari BUMN Istaka Karya belum dibayar. Padahal, perusahaan Triyatno telah mengerjakan kewajiban yang diminta oleh pemerintah terkait pengerukan di jalan tol.

    “Saya sudah mengerjakan kewajiban yang diberikan oleh Istana tapi hak kami tidak dipenuhi pak sampai kemarin tanggal 8 rumah saya disita pak, kami mohon perhatian dari bapak-bapak anggota DPR,” ujar Triyatno saat audiensi Selasa (13/06/23) lalu.

    “Mohon bantu pak saya minta hak saya pak. Tanggal 8 rumah saya disita sama bank pak,” sambung Triyatno yang tangisnya semakin keras.

    Harapan Korban
    Triyatno meminta Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir mendengarkan apa yang ia rasakan. Diharapkan utang-utang BUMN Istaka Karya segera dibayar.

    “Sampaikan ke pak Jokowi dan Erick Thohir. Saya sudah mengerjakan proyek-proyek tersebut tetapi tidak dibayar bayar. Saya itu hutang-hutang ke bank akhirnya. Kasian anak istri saya pak, aku mohon.

    Triyatno mengaku masih ada Rp700 juta belum dibayarkan. Sebelumnya ia sampai harus berutang ke bank BPR sekitar Rp300 juta.

    “Rp700 juta pak (utang BUMN Istaka Karya), utang ke bank 300 juta awalnya pak. Mesti terbayar pak,” ujar dia.

    Menanggapi laporan masalah utang ini, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal akan menyampaikan kepada Erick Thohir dan pemerintah. Dia yakin dengan campur tangan DPR, masalah utang ini bisa segera diselesaikan.

    “Saya rasa kalau kita berkelit dengan hukum, berkelit dengan putusan pengadilan, rasanya tidak ada solusi. Tetapi, kalau kita bicara semangat politik, memang salah satunya cara ya mereka-mereka yang mengatur republik ini mendapat masukan dari wakil rakyat yang mendapat masukan dari rakyat, coba kita rembuk dan pikirkan, ada nggak solusi khusus yang out of the box yang kita bisa lakukan untuk menyelamatkan,” ujar Hekal.(Red)