Kain Ihram Jemaah Lansia Terkena Hadas

    0
    54

    Daker Bandara Siapkan Pengganti

     

    Jeddah Arab Saudi,(Cakrayudha-hankam.com) – Jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang mulai mendarat di Jeddah pada 8 Juni lalu diminta untuk mengenakan pakaiaan ihram sejak keberangkatan dari embarkasi masing-masing.

    Dalam penerbangan selama 9 jam, banyak lansia tidak mampu menahan hajat buang air. Akibatnya, kain ihram mereka tidak lagi suci dan harus diganti.

    Banyaknya kejadian itu membuat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Bandara menyiapkan ihram pengganti bagi jemaah, terutama lansia, yang baru mendarat di Jeddah, Arab Saudi.

    Kasie Bimbingan Ibadah Daker Bandara, Khoirun Na’im mengatakan banyak terjadi ketika mendarat di bandara King Abdulaziz Jedah, ihram jemaah sudah ternoda air seni bahkan fesesnya sendiri.

    “Banyak jemaah kita yang sakit, yang tua, buang air di pakaian ihramnya, atau tidak pakai sandal. Itu jumlahnya tidak sedikit, banyak,” ujarnya kepada tim Media Center Haji, akhir pekan lalu di Jeddah.

    Menurut Khoriun, bagi jemaah sakit atau lansia yang ihramnya terkena hadas kecil maupun besar karena uzur syar’i, tim bimbingan ibadah bandara siap mendampingi untuk bersuci dan mengulang niatnya.

    “Itu bagian dari uzur syar’i. Jadi bagi mereka, baik yang sudah niat di atas pesawat atau belum untuk memastikan niatnya sudah benar dan ihramnya sudah suci, maka setiba di bandara Jeddah kami ingatkan untuk bersuci kembali lalu kami pandu untuk melafazkan ulang niat ihramnya,” sebut dia.

    Untuk meringankan, jemaah yang mengalami masalah buang air diperbolehkan memakai pakaian dalam berupa popok, tanpa harus membayar dam (denda).

    Sementara Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi, Haryanto menjelaskan, kebijakan memakai ihram dari embarkasi dilakukan agar saat mendarat di Bandara King Abdul Aziz, jemaah haji Indonesia tidak perlu bersuci atau mandi yang membutuhkan waktu lama.

    “Di sini keterbatasan tempat, misalnya untuk mandi. Belum lagi jemaah dari negara yang lain. Sehingga diharapkan bahwa semua jemaah haji untuk gelombang dua sudah memakai kain ihram dari Indonesia,” pungkasnya.(Red)