Krisis, Warga Beli Air Bersih hingga Rp1 Juta Lebih Tiap Bulan

    0
    68

    Bali,(Cakrayudha-hankam.com) – Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Bali, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk membantu warga di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, yang mengalami krisis air.

    I Ketut Juliartha yang merupakan Ketua Fraksi Partai Gerindra memohon kepada Gubernur Bali, Wayan Koster untuk membantu rakyat Nusa Penida menangani masalah krisis air bersih.

    “Sampai saat ini masih banyak rumah masyarakat yang belum dialiri air bersih, sehingga mau tidak mau mereka membeli air bersih dari luar. Harganya bisa mencapai Rp1 juta lebih per bulan,” kata dia, saat sidang Paripurna di Gedung DPRD Bali, Senin (12/06/23).

    “Betapa mahalnya uang yang harus dikeluarkan masyarakat hanya untuk memenuhi air bersih yang menjadi kebutuhan untuk menunjang hidup.

    Lalu, bagaimana peran kita sebagai pemangku kebijakan, sampai saat ini permasalahan air belum juga bisa diatasi,” imbuhnya.

    Kemudian, dari Fraksi Gerindra mengusulkan untuk pengoptimalan pengelolaan sumber mata air yang dikelola Pemprov Bali seperti sumber mata air Guyangan di Nusa Penida, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.

    Ia menilai, jika air mudah didapat masyarakat tentunya mereka tidak perlu lagi menebus air dengan harga mahal. Selain itu, krisis air bersih di Nusa Penida sudah lama terjadi.

    “Sudah lama itu terjadi dan masyarakat banyak mengeluh bayar airnya mahal-mahal, kasihan. Dan (ada warga) yang tinggalnya sudah di bukit dan bayar mahal, masih mengangkut lagi,” jelasnya.

    Ia juga menyebutkan, masyarakat bisa membeli air bersih itu Rp100.000 dalam satu tangki dan itu bisa dipakai selama tiga hari oleh warga dan itu terjadi kepada warga yang berada di Puncak Mundi dan beberapa desa lainnya yang ada di Nusa Penida.

    “(Permasalahan krisis air) sudah beberapa tahun ini, ada yang bisa beli Rp100.000. Kita juga sudah sering menyuarakan di provinsi cuman itu kewenangan kabupaten. Karena itu sumber air yang dikelola sama Pemerintah Provinsi Bali,” sebutnya.(Red)