Jelang Puncak Haji, Bus Salawat Berhenti Beroperasi 8 Hari di Makkah

    0
    76

    Masjidil Haram Mekkah,(Cakrayudha-hankam.com) – Selain layanan katering yang dihentikan selama tiga hari, layanan transportasi gratis bus salawat juga dihentikan sementara. Jemaah diminta beribadah di hotel masing-masing.

    Bus salawat merupakan layanan transportasi bagi jemaah dari hotel tempat mereka menginap ke Masjidil Haram, pergi dan pulang. Ratusan bus ini beroperasi selama 24 jam.

    “Mulai 6 sampai 13 Zulhijjah, layanan bus salawat berhenti sementara,” kata Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid di Makkah, Senin (12/6).

    Subhan mengimbau para jemaah fokus beribadah di musala hotel masing-masing, khususnya selama tidak ada layanan bus salawat.

    “Cuaca sangat panas, jemaah bisa fokus pada persiapan fisik,” pesannya.

    Menurut Subhan, mulai 6 Zulhijjah, armada bus akan disiapkan untuk layanan transportasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jemaah dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Arafah pada 8 Zulhijjah. Pada 13 Zulhijjah, jemaah akan kembali dari Mina ke hotelnya masing-masing di Makkah.

    “Bus salawat akan kembali beroperasi pada 14 Zulhijjah 1444 H sampai 6 Muharram 1445 H,” ujarnya.

    450 Armada Bus Salawat
    Subhan menambahkan, pihaknya telah menyiapkan 450 armada untuk layanan bus salawat. Ada tiga terminal pemberhentian, yaitu: Ajyad, Mahbas Jin, dan Syib Amir.

    “Ada sekitar 200 personel yang ditugaskan untuk memberikan layanan kepada jemaah di tiga terminal dan halte-halte terdekat hotel mereka,” kata Subhan.

    Jemaah haji Indonesia yang tinggal di kawasan Misfalah, akan berhenti di Terminal Ajyad saat akan ke Masjidil Haram. Demikian juga saat pulang.

    Sementara jemaah yang tinggal di wilayah Jarwal, Raudhah, dan Syisah, akan menggunakan Terminal Bus Syib Amir. Sementara untuk jemaah yang di Mahbas Jin, menggunakan Terminal Bab Ali.

    Tahun ini, lanjut Subhan, PPIH juga menyiapkan bus ramah lansia pada rute terminal Ajyad (Misfalah) dan Syib Amir (Jarwal, Raudhah, dan Syisah)

    “Alhamdulillah, semua rute di Syib Amir dan Ajyad sudah tersedia bus ramah lansia. Adapun rute terminal Mahbas Jin, ini merupakan jalur internasional. Bus pada jalur ini digunakan juga secara bersama-sama oleh jemaah dari berbagai negara,” jelasnya.(Red)