Perlunya Penanganan Khusus pada Ibu Hamil yang Alami Diabetes

0
93

Surabaya,(Cakrayudha-hankam.com) – Pada terjadinya masalah kesehatan pada ibu hamil, perlu dilakukan penanganan khusus. Hal ini terutama perlu diperhatikan pada ibu hamil yang mengalami diabetes.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes Dr. dr. Yuanita Asri Langi, SpPD-KEMD mengatakan bahwa ibu hamil yang mengalami diabetes perlu mendapatkan penanganan khusus, sebab gula darah yang tinggi akan mempengaruhi kehamilannya.

“Aliran darah pada ibu yang diabetes melitus dengan kadar gula darah yang tinggi, akan memengaruhi proses kehamilan dan proses bayi di dalam kandungan. Itulah yang menyebabkan ibu hamil dengan diabetes melitus perlu penanganan secara khusus,” kata Yuanita yang berpraktik di rumah sakit pemerintah RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Menurut Yuanita, ada dua jenis diabetes pada ibu hamil yaitu diabetes melitus hamil (DMH) dan diabetes melitus gestasional (DMG).

“Aliran darah pada ibu yang diabetes melitus dengan kadar gula darah yang tinggi, akan memengaruhi proses kehamilan dan proses bayi di dalam kandungan. Itulah yang menyebabkan ibu hamil dengan diabetes melitus perlu penanganan secara khusus,” kata Yuanita yang berpraktik di rumah sakit pemerintah RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Menurut Yuanita, ada dua jenis diabetes pada ibu hamil yaitu diabetes melitus hamil (DMH) dan diabetes melitus gestasional (DMG).

“Kehamilannya harus direncanakan. Artinya, diusahakan sel sperma bertemu sel telur saat gula darah bagus,” ujarnya pada awak media.

Yuanita menjelaskan, perencanaan kehamilan pada wanita dengan diabetes melitus penting sebab ia akan melewati tiga tahap pengelolaan kesehatan yakni sebelum pembuahan (pra konsepsi), selama hamil (antenatal), dan setelah melahirkan (pospartum).

Sementara mengenai DMG, Yuanita mengatakan bahwa kondisi tersebut memiliki dampak buruk baik terhadap ibu maupun bayi. Pada ibu, dampak jangka pendeknya adalah pre-eklamsia atau eklamsia dan sulit saat melahirkan, sedangkan jangka panjangnya di antaranya mengalami DMG pada kehamilan selanjutnya hingga berisiko mengalami diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung koroner.

Pada bayi, dampak jangka pendek DMG di antaranya hipoglikemia neonatal dan distosia bahu, sedangkan jangka panjangnya termasuk risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, hingga penyakit jantung koroner.

Adapun penatalaksanaan diabetes pada ibu hamil menurut Yuanita adalah dengan terapi nutrisi medis melalui pengaturan asupan nutrisi, latihan fisik terjadwal, pemantauan glukosa darah baik secara mandiri atau didampingi, serta mengendalikan peningkatan berat badan ibu saat hamil.

Jika indeks massa tubuh (IMT) ibu sebelum hamil adalah kurang, maka kenaikan berat badan selama hamil yang diperbolehkan adalah 12,5-18 kilogram, sedangkan jika lebih adalah 7-11,5 kilogram dan jika diabetes adalah 5-9 kilogram.

“Jika IMT ibu sebelum hamil normal, maka selama kehamilan dia boleh naik berat badan maksimal 16 kilogram,” tandasnya pada awak media menagkhiri perbincangan.(Red)