MINAHASA UTARA || Cakrayudha_hankam.com – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kodim 1310/Bitung menggelar Apel Gelar Pasukan yang bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Minahasa Utara, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Senin (31/08/2026).

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, S.I.P., M.Han., CGCAE., dengan melibatkan pasukan apel dari TNI, Polri, Satpol PP Minut, Basarnas, Damkar, BPBD Kab. Minut, Tenaga Kesehatan, ASN Pemkab Minut.
Serta sarpras yang terdiri dari 4 Unit Damkar dan 1 Unit Ambulance. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung dalam menghadapi potensi terjadinya Karhutla, khususnya di wilayah yang menjadi tanggung jawab Kodim 1310/Bitung.
Dalam amanatnya, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, S.I.P., M.Han., CGCAE., mengatakan, apel gelar pasukan ini memiliki arti penting sebagai bentuk kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan. Kesiapsiagaan tidak boleh hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi tetapi harus dipersiapkan sejak dini melalui koordinasi pencegahan deteksi dini dan respon cepat.
Danrem 131/Santiago menegaskan sinergitas dan soliditas seluruh stakeholder menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan TNI, Polri, Pemda, BPBD, Damkar, instansi terkait, relawan dan masyarakat harus mampu bekerja secara terpadu sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Pencegahan dan penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, bukan hanya tugas dari instansi tertentu tapi ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Dirinya berharap pentingnya kerja sama dari seluruh instansi vertikal dan horizontal untuk sama-sama berpartisipasi dan selalu mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Situasi sekarang musim panas berkepanjangan, debit air menurun bahkan banyak tanaman produksi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Minahasa Utara juga gagal panen. Ini jangan didiamkan, kita sama-sama harus merasakan kesulitan masyarakat diwilayah kita, kita harus sama-sama berusaha menyelesaikan kesulitan masyarakat di wilayah kita.
“Saya apresiasi apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Minahas Utara yang sudah menetapkan sebagai siaga status tanggap darurat,” pungkas Danrem 131/Santiago.
Sementara itu, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menyampaikan, sebagai salah satu unsur kewilayahan, Kodim 1310/Bitung berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, serta seluruh stakeholder dan masyarakat dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla.
Menurutnya, apel gelar pasukan menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektoral.
“Penanggulangan Karhutla membutuhkan kerja sama dan kepedulian seluruh pihak. TNI siap mendukung pemerintah daerah dan instansi terkait dalam melakukan pencegahan, pemantauan serta penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah,” ujar Dandim.
Ikut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Minut, Dr. Joune J.E Ganda, SE. MAP. M.Si. M.M., Kasiren 131/Stg, Kolonel Inf. Wasono Handayani, Kasi Ops Kasrem 131/Stg, Letkol Inf. Juberth Nixon Purnama, S.Th. M.Pd., Dandim 1310/Btg, Letkol Inf. Dewa Made DJ., Kapolres Minut AKBP Aulya Rifqie A. Djabar, S.I.K, M.Si., Danyon Zipur – 19/Ykn, Letkol Czi. Siswo Utomo., Asisten I Kab. Minut, Umbase Mayuntu, S.Sos. M.Si., Asisten II Pemkab Minut, Robby Parengkuan, SH., Asisten III Pemkab Minut, Drs. Jossy Ch. Kawengian, MAP., Mewakili Danlanudal Manado, Palaksa Lanudal Manado, Kapten Laut (P) Suparno, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara, Unit Pelaksana, Aris Yunatas, SP, M.P., Kasi Ops Basarnas, Ida Bagus Nyoman Ngurah Asrama, S.H. serta Tamu Undangan dan Peserta Apel yang berjumlah kurang lebih 350 orang. (red-056)

