Cegah Bullying di Sekolah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bekali 75 Siswa SDN Ngarum 1

0
20

SRAGEN || Cakrayudha_hankam.com –  Bullying atau perundungan masih menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan. Untuk mencegahnya sejak dini, Babinsa Desa Ngarum Serda Sutrisno bersama Bhabinkamtibmas Desa Ngarum Aipda Ambar Woko, SH memberikan sosialisasi bahaya bullying kepada 75 siswa SDN Ngarum 1 Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen.

Sosialisasi menyasar siswa kelas 4, 5 dan 6 yang dinilai perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai dampak buruk perundungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SDN Ngarum 1 Suwarno, S.Pd.SD, Babinsa Desa Ngarum Serda Sutrisno, Bhabinkamtibmas Desa Ngarum Aipda Ambar Woko, SH, 10 mahasiswa KKN, para guru serta 75 siswa kelas 4 hingga 6.

Di hadapan para siswa, Serda Sutrisno menyampaikan bahwa bullying bukanlah bentuk pertemanan atau candaan biasa. Perundungan dapat berupa ucapan maupun tindakan, seperti mengejek, memberi julukan yang merendahkan, mengucilkan, mengancam hingga melakukan kekerasan fisik.

“Jangan pernah menganggap bullying sebagai candaan. Kalau perkataan atau perbuatan kita membuat teman takut, malu, sedih atau merasa tidak berharga, berarti sudah ada masalah. Jadilah teman yang saling menjaga, bukan saling menjatuhkan,” tegas Serda Sutrisno.

Sutrisno juga mengajak siswa berani mengambil sikap apabila melihat tindakan bullying. Siswa diminta tidak ikut menertawakan atau merekam kejadian, tetapi segera mencari bantuan guru maupun orang dewasa yang dipercaya.

Menurutnya, keberanian untuk melapor merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap teman. Dengan begitu, persoalan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Senada, Aipda Ambar Woko mengingatkan para siswa agar berhati-hati dalam bergaul. Ia menekankan pentingnya menghormati perbedaan karakter, kemampuan dan kondisi setiap teman.

“Setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan. Jangan menjadikan kekurangan teman sebagai bahan ejekan. Kalau ingin sekolah nyaman, maka kita semua harus ikut menjaga,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, siswa juga diajak memahami dampak bullying terhadap korban. Perundungan yang dilakukan berulang dapat membuat korban merasa takut datang ke sekolah, kehilangan kepercayaan diri dan terganggu dalam mengikuti kegiatan belajar.

Kegiatan berlangsung dengan suasana komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti penyampaian materi dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta mengikuti sesi interaksi yang diberikan.

Kepala SDN Ngarum 1 Suwarno mengapresiasi keterlibatan TNI dan Polri dalam memberikan edukasi kepada siswa. Menurutnya, pencegahan bullying membutuhkan kerja sama antara sekolah, keluarga dan seluruh pihak yang berada di sekitar anak.

(Red-104)