Secangkir Kopi, Jembatan Komunikasi Babinsa dan Warga Kuta Glumpang

0
19

Aceh Utara || Cakrayudha_hankam.com – Tak selalu harus berada di ruang rapat untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Bagi Babinsa, secangkir kopi di warung sederhana pun bisa menjadi pintu untuk mendengar langsung suara warga.

Suasana itulah yang terlihat di sebuah warung kopi di Desa Kuta Glumpang, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin (10 Agustus 2026).

Sertu Susianto, Babinsa Koramil 06/Samudera, dari Kodim 0103/Aceh Utara, duduk bersama sejumlah warga. Tanpa sekat dan suasana formal, obrolan pagi mengalir santai, membahas berbagai aktivitas masyarakat hingga kondisi lingkungan desa.

Di tengah hangatnya secangkir kopi, Sertu Susianto lebih banyak mendengar. Ia menyimak cerita warga, sesekali mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan terhadap berbagai hal yang disampaikan masyarakat.

Bagi seorang Babinsa, pertemuan sederhana seperti ini memiliki arti penting. Dari warung kopi, informasi tentang kondisi wilayah, dinamika masyarakat hingga berbagai persoalan yang berkembang dapat diketahui secara langsung.

“Komunikasi dengan masyarakat tidak harus selalu dalam suasana resmi. Yang terpenting adalah kita hadir, mendengar dan mengetahui apa yang dirasakan masyarakat,” ujar Sertu Susianto.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga diminta tidak ragu menyampaikan informasi maupun persoalan yang berkembang di desa agar dapat dicarikan solusi bersama sesuai kewenangan yang ada.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Komunikasi Sosial (Komsos) Babinsa bersama masyarakat di wilayah binaan. Melalui Komsos, Babinsa tidak hanya menjalankan tugas kewilayahan, tetapi juga membangun kedekatan dan memperkuat hubungan antara TNI dengan rakyat.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Kedekatan itu dibangun bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi melalui kehadiran sehari-hari, mendengar keluhan, menyerap aspirasi dan ikut memahami kehidupan masyarakat di wilayah binaannya.

Warung kopi pun menjadi ruang komunikasi yang sederhana namun efektif. Di tempat seperti ini, warga merasa lebih leluasa menyampaikan cerita tanpa merasa sedang berada dalam sebuah pertemuan resmi.

Bagi Sertu Susianto, secangkir kopi bukan sekadar teman berbincang. Di balik obrolan ringan tersebut, ada upaya untuk memahami kondisi warga, mendeteksi berbagai persoalan sejak dini serta menjaga komunikasi tetap terjalin dengan baik.

Dari warung kopi sederhana di Kuta Glumpang, pesan kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terlihat nyata, TNI hadir bukan hanya untuk menjaga wilayah, tetapi juga untuk mendengar dan bersama-sama membangun kehidupan masyarakat.

Kedekatan seperti inilah yang terus dibangun Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD di wilayah, sehingga kehadiran prajurit di tengah masyarakat benar-benar dirasakan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga. (red-056)