Antusiasme Warga Rusun Benowo Pakal ikuti Simulasi Mitigasi Bencana Bersama BPBD Kota Surabaya

0
50

Surabaya || Cakrayudha_hankam.com – Suasana pagi mencekam di Rusunawa Benowo Pakal (RBP) Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, surabaya, pada Selasa, (23/6/2026). Puluhan warga penghuni rusunawa berhamburan keluar dari unit masing- masing untuk menyelamatkan diri.

Suara sirine berbunyi keras memekakan telinga, sebagai tanda darurat, terlihat puluhan warga menyelamatkan diri menuju ke titik kumpul lapangan yang ada di depan gedung rusunawa Benowo Pakal.

M Taufik. Salah satu pengurus paguyuban rusun mengatakan, suasana mencekam itu merupakan bagian dari simulasi mitigasi bencana alam yang diberikan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, khusus kepada warga penghuni yang ada di Rusunawa Benowo Pakal, dalam menghadapi bencana.

“Pelatihan ini tujuannya yaitu, ketika terjadi bencana alam warga tidak mudah panik dan tahu cara melakukan mitigasi penyelamatan diri dan pertolongan pertama ketika ada korban,” kata M.Taufik, Selasa (23/6/2026).

Taufik menjelaskan, kegiatan seperti ini memang perlu sebagai pembekalan warga khususnya yang ada di rusun-rusun se Surabaya, sebab pengetahuan mitigasi ini penting diberikan kepada warga yang masih awam soal kedaruratan.

“Dengan kegiatan ini warga bisa mengetahui cara mudah memadamkan titik api jika terjadi kebakaran dan bagaimana menyikapi penanganan korban jika terjadi bencana,” Jelas Taufik.

Dalam kegiatan simulasi bencana tersebut tak hanya melibatkan warga rusun saja namun juga Ibu-ibu Kader Surabaya Hebat (KSH) Sri Purwanti salah satu KSH yang ada di rusun mengatakan, simulasi ini bisa dijadikan pengalaman baru bagi dirinya dan KSH lainya, Ilmu yang ia dapat saat pembekalan materi dan praktik itu, akan dijadikan pedoman ketika dihadapkan dengan situasi bencana dan kedaruratan.

“Ini menjadi bekal juga bagi kami (Kader Surabaya Hebat) selaku tim satgas siaga bencana. Walaupun sedikit takut, mau tidak mau kami harus berani ketika dihadapkan dengan situasi bencana atau kedaruratan,” wanti.

Wanti menerangkan, Saat simulasi tadi ada warga juga sebagai contoh menjadi korban bencana gempa bumi dan tim penyelamat. Menurut keduanya, pengalaman kali ini sangat membantu dan bisa dijadikan bekal di kemudian hari ketika terjadi bencana sungguhan.

“saya ucapkan Terima kasih dengan adanya simulasi ini, warga banyak dapat ilmu tadi, misal cara memadamkan api, kemudian kalau ada gempa bumi kami tahu bagaimana cara menyelamatkan diri dan menangani korban yang terluka,” terang Wanti.

Dalam Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) ini, BPBD Kota Surabaya tidak sendiri, tentu juga didampingi oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya dan DPRKPP untuk memberikan pembekalan warga yang ada di Rusun Benowo Pakal. (red-Git)

 

 

 

.