Surabaya || Cakrayudha_hankam.com – Komando Armada II (Koarmada II) menggelar upacara bendera yang diikuti seluruh prajurit dan PNS Koarmada II di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya, Rabu (18/2). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana penyampaian kebijakan serta penekanan pimpinan kepada seluruh jajaran dalam rangka meningkatkan disiplin, loyalitas, dan profesionalisme prajurit.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kepala Staf Koarmada II (Kaskoarmada II) Laksamana Pertama TNI Agam Endrasmoro selaku Inspektur Upacara menyampaikan bahwa memasuki tahun 2026, TNI AL telah mengikuti dan melaksanakan berbagai agenda strategis, mulai dari Rapat Koordinasi Nasional, Rapat Pimpinan TNI-Polri, hingga Rapat Pimpinan TNI AL. Melalui Rakornas pemerintah bersama TNI, kembali ditegaskan peran strategis TNI sebagai penjamin stabilitas nasional dan penopang utama keberlanjutan pembangunan nasional.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pelaksanaan Rapat Pimpinan merupakan forum strategis untuk menyamakan visi, menegaskan arah kebijakan, serta memperkuat postur dan kesiapan TNI dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks. Rapim TNI juga menegaskan komitmen peningkatan kesiapsiagaan operasional, kualitas sumber daya manusia, serta kesiapan alutsista secara terukur, terpadu, dan berkelanjutan.
Dalam amanat tersebut, Kasal juga menyoroti kondisi bangsa Indonesia yang saat ini masih dihadapkan pada potensi cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi yang berdampak luas terhadap keselamatan jiwa, permukiman, serta fasilitas publik.
Lebih lanjut Kasal menyampaikan, dalam menghadapi situasi tersebut, TNI dituntut untuk selalu siap, tidak hanya dalam konteks pertahanan negara, tetapi juga sebagai kekuatan negara yang tanggap, cepat, dan efektif dalam penanganan bencana. Setiap satuan diinstruksikan meningkatkan kesiapsiagaan, melaksanakan langkah antisipatif sejak dini, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, Polri, dan unsur terkait lainnya.
Dalam setiap tugas kemanusiaan , prajurit TNI harus mengedepankan sikap humanis, empati, dan kepekaan sosial, sehingga kehadiran TNI benar-benar menjadi sumber ketenangan dan wujud nyata negara hadir bagi rakyat.
(Pen/2/red051)

