PASURUAN || Cakrayudha_hankam.com – Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh sejumlah aktivis dan insan pers di Kota Pasuruan menyusul absennya Wali Kota Pasuruan dalam acara perayaan hari ulang tahun ke-1 Media Suara Rakyat. Ketidakhadiran orang nomor satu di Pasuruan tersebut dinilai sebagai bentuk kurangnya keberpihakan terhadap aspirasi masyarakat.
Dalam sebuah pernyataan video, salah satu aktivis AYI Suhaya, S.H yang mewakili aktivis menyampaikan rasa sesalnya. Ia menyebutkan bahwa undangan tersebut bukan sekadar undangan formal, melainkan undangan dari rakyat melalui media Suara Rakyat.
“Kita diundang oleh Suara Rakyat, media milik rakyat, dari rakyat untuk rakyat. Namun, Bapak Wali Kota tidak hadir dengan alasan kesibukan,” ujarnya dengan nada tegas.
Pihaknya menilai, jika seorang pemimpin tidak mampu bersikap proaktif dalam menghadiri undangan rakyat dan menjalankan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, maka kredibilitas kepemimpinannya patut dipertanyakan.
“Jika tidak mampu menjalankan roda pemerintahan Kota Pasuruan dan kebijakannya tidak pro rakyat, silakan saudara Wali Kota mengundurkan diri sekarang juga,” tambahnya sambil menunjukkan gestur tegas.
Pernyataan ini mencerminkan tensi yang meningkat antara elemen masyarakat dengan pihak eksekutif di Kota Pasuruan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Sekretariat Daerah Kota Pasuruan terkait desakan mundur tersebut maupun alasan mendetail atas ketidakhadiran Wali Kota dalam acara tersebut. (Red/Rmt)

