PASURUAN || Cakrayudha_hankam.com – Puluhan warga Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, menggelar aksi blokade jalan sebagai bentuk protes atas kerusakan infrastruktur dan polusi debu yang disebabkan oleh aktivitas truk tambang, Kamis (05/02/2026) pagi lalu.

Luapan kekesalan warga itu karena jalan desa mereka rusak parah akibat lalu lalang truk bermuatan pasir yang diduga melebihi kapasitas (tonase) jalan. Selain itu, tumpahan pasir dan debu yang beterbangan hingga ke pemukiman dianggap sangat mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.
Aksi blokade yang sempat melumpuhkan aktivitas tambang CV Prabu Sang Anom akhirnya berhasil diredam setelah jajaran Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) turun langsung ke lokasi.
Adapun terpantau oleh awak media dilokasi, mediasi dihadiri oleh Camat Nguling Rohman, Kapolsek Nguling Bambang Pamungkas, dan Danramil Sarwo Edi, serta Kepala Desa setempat. Mediasi menghasilkan beberapa poin kesepakatan antara warga dan pihak pengelola tambang.
Kapolsek Nguling, Bambang Pamungkas, menegaskan bahwa pihak tambang telah berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan.
“Perbaikan jalan akan mulai dilakukan dalam waktu satu minggu ke depan oleh pihak tambang. Selain itu, kompensasi bagi warga terdampak juga akan diberikan sesuai dengan ketentuan batas kemampuan pihak tambang,” jelas Kapolsek kepada awak media di lokasi.
Camat Nguling, Rohman, mengimbau masyarakat agar di masa mendatang lebih mengedepankan jalur komunikasi di tingkat desa maupun kecamatan sebelum melakukan tindakan blokade.
“Kami berharap segala keluhan disampaikan terlebih dahulu kepada kepala desa atau kecamatan agar kita bisa mencarikan jalan keluar terbaik bersama-sama,” ujarnya.
Meski aktivitas tambang kini telah kembali normal, warga menegaskan akan terus mengawal realisasi janji pihak penambang. Kesepakatan tertulis telah dibuat sebagai dasar penagihan komitmen kepada pihak CV. Prabu Sang Anom.
“Kami menunggu hasil nyata dari perjanjian ini. Apabila dalam waktu satu minggu tidak ada perbaikan dan kompensasi tidak dijalankan, kami tidak akan memberikan toleransi lagi dan akan memblokade jalan kembali,” tegas salah satu perwakilan warga di lokasi.
Aparat keamanan memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan guna menjamin situasi Kamtibmas di wilayah Nguling tetap kondusif pasca-aksi warga setempat. (Red/RMT)

