Ini Kondisi Dua Belas Unit Perahu Nelayan Pasca Pembakaran Ratusan Aksi Massa di Pasuruan

0
471

Pasuruan || Cakrayudha_hankam.com – Ketegangan antar kelompok nelayan pecah di Pelabuhan Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Rabu (04/02/2026) malam kemarin, yang berujung pada aksi massa pembakaran sedikitnya ada dua belas unit perahu, sepuluh unit perahu milik warga Kebonsawa dua unit perahu milik warga Dusun Kisik. Konflik ini dipicu oleh ketidakpuasan terkait penggunaan alat tangkap ikan yang dianggap ilegal. Diketahui, konflik ini sempat dimediasi sebelum akhirnya pecah menjadi aksi pembakaran.

Adapun insiden pembakaran perahu terjadi di sekitar Pelabuhan Kota Pasuruan pada Rabu malam, 4 Februari 2026, Kemarin.

Sementara konflik melibatkan nelayan dari Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan, dengan nelayan dari Dusun Kisik. Sedikitnya dua belas perahu nelayan hangus terbakar dalam kejadian tersebut.

Hingga saat ini aparat kepolisian dan TNI, termasuk Brimob masih berjaga ketat di kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan untuk mencegah konflik susulan. TNI-Polri juga melakukan siaga di setiap simpang jalan pasca-insiden.

Seorang warga sempat mengatakan, insiden bermula pada pukul 16.00 WIB di Perairan Katingan, Sidoarjo beberapa hari kemarin.

“Tadi malam orang kisik keluar semua bawa arit lewat ngemplak, jalan di tutup semua, warga yang berjualan di pinggir-pjnggir jalan juga di suruh tutup dan pulang semua,” terang warga setempat yang tidak sempat sebutkan namanya itu. Kamis (05/02/2026).

Hingga pasca kejadian, belum ada keterangan pihak berwajib secara detail apa sebab pemicu terjadinya insiden tersebut. Terpantau aparat keamanan masih tetap berusaha menjaga kondusifitas wilayah pesisir Pasuruan. (Red/RMT)