Belajar Tani di Pelataran Gunung Arjuno, LG Learning Dorong Pendidikan Lingkungan yang Selaras Program Ketahanan Pangan Daerah

0
215

Pasuruan || Cakrayudha-hankam.com – Upaya penguatan pendidikan lingkungan dan ketahanan pangan sejak usia dini tercermin dalam kegiatan Belajar Tani yang digelar lembaga pendidikan nonformal LG Learning di kawasan Pelataran Gunung Arjuno, Dusun Talang, Desa Watuagung, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Senin (22/12/2025).

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta didik ini mengusung konsep pembelajaran kontekstual berbasis alam terbuka. Anak-anak diajak mengenal pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengolahan hasil tani melalui praktik langsung di lapangan, sebagai alternatif dari metode belajar konvensional di ruang kelas.

Pendamping kegiatan, Heny, menyampaikan bahwa pendekatan tersebut bertujuan menanamkan pemahaman menyeluruh tentang hubungan manusia dengan alam sejak dini.

“Pembelajaran kami arahkan agar anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan prosesnya secara langsung. Harapannya, tumbuh kesadaran untuk menjaga lingkungan sekaligus menghargai sektor pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan, lokasi Pelataran Gunung Arjuno dipilih karena memiliki potensi edukatif yang lengkap dan mendukung pembelajaran tematik lintas bidang, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengenalan kewirausahaan sederhana berbasis UMKM.

Menanggapi kegiatan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Suyanto, menilai pendidikan lingkungan semacam ini memiliki relevansi kuat dengan arah kebijakan daerah, khususnya di sektor ketahanan pangan dan pembangunan sumber daya manusia.

“Edukasi pertanian sejak usia dini penting untuk membangun kesadaran generasi muda. Namun, ini juga menjadi pengingat bahwa negara dan pemerintah daerah harus hadir lebih serius dalam memastikan keberlanjutan sektor pangan dan perlindungan lingkungan,” tegas Agus.

Menurutnya, Komisi II DPRD mendorong agar inisiatif pendidikan berbasis lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan terintegrasi dengan program pembangunan daerah, termasuk dukungan regulasi dan anggaran yang berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi peran lembaga pendidikan nonformal. Ke depan, sinergi dengan pemerintah daerah perlu diperkuat agar nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak-anak sejalan dengan kebijakan publik,” tambahnya.

Saat ini, LG Learning telah membuka layanan bimbingan belajar di beberapa wilayah Kabupaten Pasuruan, di antaranya Jatiarjo Prigen, Kemiri Sukorejo, dan Rembang. Materi pembelajaran meliputi pelajaran umum, penguatan literasi dan numerasi, Bahasa Inggris, serta calistung untuk jenjang PAUD dan TK.

Untuk menjaga kualitas proses belajar, lembaga tersebut menerapkan sistem pendampingan terbatas dengan rasio tutor dan peserta didik yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing.

Selain program reguler, LG Learning juga merancang pengembangan program Jelajah Nusantara sebagai media pembelajaran berbasis eksplorasi sosial dan lingkungan, guna memperluas wawasan peserta didik terhadap ekosistem alam dan kehidupan bermasyarakat.(red-Rhm)