Sigi, Cakrayudha-hankam.com — Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menerima kunjungan kehormatan dari Kerajaan Pitunggota Dolo yang dipimpin Magau Muhammad Raja Gunu Datupamusu pada 29 November 2025 di kediaman resmi Bupati Sigi. Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Upacara Molimbu Adat Kerajaan Pitunggota Dolo yang dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni 2026.

Dalam pertemuan itu, pihak Kerajaan Pitunggota Dolo menyampaikan bahwa pelaksanaan acara adat telah mendapat restu dari Diraja Nusantara. Kerajaan juga melaporkan penyusunan struktur pejabat adat yang baru, serta rencana kunjungan resmi kepada Bupati Donggala untuk memperkenalkan struktur tersebut dan mempererat hubungan kelembagaan.
Bupati Sigi menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Sigi terhadap kegiatan adat yang akan digelar.
“Kami sangat menghargai upaya Kerajaan Pitunggota Dolo dalam melestarikan adat dan budaya. Pemerintah Kabupaten Sigi siap bekerja sama demi suksesnya acara ini,” ujar Bupati Sigi.
Upacara Molimbu Adat Kerajaan Pitunggota Dolo akan dipusatkan di Gedung Taman Taiganja, Kalukubula, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Acara adat ini diharapkan menjadi momentum penguatan budaya lokal sekaligus mempererat hubungan antara Kerajaan Pitunggota Dolo, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dalam waktu dekat, pihak kerajaan juga dijadwalkan menghadap Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, sebagai bagian dari agenda diplomasi budaya dan penguatan hubungan antarwilayah.
Profil dan Rencana Acara Upacara Molimbu Adat Kerajaan Pitunggota Dolo
Molimbu merupakan tradisi musyawarah adat masyarakat Kaili yang berfungsi sebagai forum penyelesaian berbagai persoalan sosial, termasuk upacara siklus kehidupan, sengketa tanah, hingga permasalahan masyarakat. Tradisi ini menjadi bagian penting dari identitas budaya Tanah Kaili yang meliputi wilayah Palu, Donggala, dan Sigi.
Proposal Pelaksanaan Upacara Molimbu Adat Kerajaan Pitunggota Dolo
I. Latar Belakang
Kerajaan Pitunggota Dolo merupakan salah satu kerajaan bersejarah di Tanah Kaili, Kabupaten Sigi, yang memiliki warisan budaya dan kontribusi besar terhadap perkembangan masyarakat di wilayah tersebut.
II. Tujuan
Upacara Molimbu Adat bertujuan untuk:
1. Mengenalkan dan melestarikan budaya Kerajaan Pitunggota Dolo kepada masyarakat luas.
2. Menghormati dan mengenang jasa para tokoh dan pahlawan yang berperan dalam sejarah dan pembangunan daerah.
3. Memperkuat hubungan sosial masyarakat serta mendorong persatuan dan kesatuan.
III. Rangkaian Acara
Pelaksanaan Upacara Molimbu Adat meliputi tiga agenda utama:
1. Upacara Adat Pengukuhan Pitunggota dalam struktur Kerajaan Pitunggota Dolo, menampilkan seni tari, musik, dan ritual adat Tanah Kaili.
2. Seminar Nasional Pahlawan Kabupaten Sigi, membahas kontribusi tokoh-tokoh daerah dalam pembangunan nasional.
3. Sidang Agung Diraja Nusantara, yang membahas penetapan Mandala MAI untuk wilayah Sulawesi Tengah serta pembahasan Undang-Undang Kaurah Sambulu Kerajaan Pitunggota Dolo.
IV. Waktu dan Tempat
Acara dijadwalkan pada 20–25 Juni 2026 di Gedung Taman Taiganja, Kalukubula, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
V. Panitia Pelaksana
Panitia terdiri dari Raja dan unsur kekerabatan adat Kerajaan Pitunggota Dolo, serta pimpinan wilayah keadatan seperti Kapita, Kapitalau, Baligau, Galara, Pabisara, Punggawa, dan Jagugu.
VI. Anggaran
Pendanaan kegiatan bersumber dari donatur pemerintah dan swasta serta hibah masyarakat. Anggaran akan dialokasikan untuk kebutuhan upacara adat, seminar nasional, Sidang Agung Diraja Nusantara dan MAI, kegiatan promosi, dokumentasi, konsumsi, akomodasi, dan transportasi.
VII. Penutup
Upacara Molimbu Adat Kerajaan Pitunggota Dolo diharapkan menjadi kegiatan budaya yang berkesan sekaligus memperkukuh identitas budaya Tanah Kaili untuk generasi mendatang.(red)

