Jakarta, Cakrayudha-hankam.com – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah mengirimkan surat presiden (supres) ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai rencana pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dari informasi yang beredar, terdapat dua nama jenderal bintang tiga yang masuk dalam daftar calon Kapolri baru. Keduanya masih disebut dengan inisial D dan S. Hingga saat ini, pihak DPR, khususnya pimpinan maupun anggota Komisi III, belum memberikan keterangan resmi terkait beredarnya informasi tersebut.
Dorongan untuk segera melakukan pergantian pucuk pimpinan Polri semakin menguat setelah gelombang aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah pada 25–31 Agustus lalu. Aksi tersebut berujung kerusuhan, menelan korban jiwa, serta menimbulkan kerugian akibat penjarahan dan pembakaran fasilitas publik maupun kantor kepolisian.
Kondisi tersebut memunculkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit yang dinilai tidak mampu menjaga stabilitas keamanan nasional. Berbagai elemen masyarakat kemudian mendesak Presiden Prabowo segera mengevaluasi posisi Kapolri.
Sebagai catatan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dilantik menjadi Kapolri pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kini, masa depannya di Korps Bhayangkara tengah menunggu keputusan politik di Senayan.
Adapun dua nama calon pengganti yang ramai diperbincangkan dengan inisial D dan S, disebut-sebut mengarah pada dua perwira tinggi Polri, yakni Komjen Dedi Prasetyo dan Komjen Syahar Diantono. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana maupun DPR mengenai hal tersebut.(red-056)

