Untuk Intelijen dan Pengawasan Laut TNI AL Maksimalkan UAV ScanEagle

0
125

Sidoarjo(Cakrayudha-hankam.com)TNI AL terus mengoptimalkan pemanfaatan pesawat nirawak (UAV) ScanEagle.

Upaya ini ditegaskan melalui program management review atau rapat evaluasi program yang digelar di Sidoarjo, pada 8-9 September.

Kegiatan tersebut membahas langsung penggunaan ScanEagle oleh Skuadron Udara 700 Wing Udara 2 Puspenerbal sekaligus meninjau strategi peningkatan efektivitas misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian atau intelligence, surveillance, and deconnaissane(ISR).

Wakil Komandan Skuadron Udara 700 Wing Udara 2 Puspenerbal Mayor Laut (E) Dhaesa Pramana, menyampaikan pentingnya kolaborasi semua unsur.

mengoptimalkan pemanfaatan pesawat nirawak (UAV) ScanEagle. Upaya ini ditegaskan melalui program management review atau rapat evaluasi program yang digelar di Sidoarjo, pada 8-9 September.

Hadir dalam pertemuan itu para pejabat dari Markas Besar TNI AL (Mabesal), jajaran Puspenerbal, serta perwakilan tim internasional dari Navy International Program Office (NIPO), Navair, Insitu, dan Office of Defense Cooperation (ODC).

Wakil Komandan Skuadron Udara 700 Wing Udara 2 Puspenerbal Mayor Laut (E) Dhaesa Pramana, menyampaikan pentingnya kolaborasi semua unsur.

“Sinergi antara pembuat kebijakan, operator di lapangan, hingga tim pendukung sangat penting untuk memaksimalkan potensi ScanEagle. Melalui PMR ini kita bisa menyelaraskan visi dan misi untuk memastikan setiap penerbangan berjalan efektif dan aman,” ujarnya, Selasa (9/9).

Sementara itu, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menegaskan program management review ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapan operasional.

Kegiatan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengevaluasi kinerja, mengidentifikasi tantangan, dan memastikan bahwa kita memiliki kesiapan operasional yang tinggi,” tegasnya.

ScanEagle merupakan UAV buatan Amerika Serikat yang memperkuat misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian TNI AL, baik dalam operasi militer selain perang (OMSP) maupun operasi militer perang (OMP).

Dengan teknologi canggih, alutsista nirawak ini memberikan fleksibilitas dan efisiensi dalam pengawasan maritim, sekaligus mendukung tugas menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia(Gs)