Sejumlah Lanjutan Kampus di Surabaya Terapkan Kuliah Daring .

0
142

Surabaya( Cakrayudha-hankam,com) Sejumlah kampus di Surabaya memutuskan mengalihkan perkuliahan ke sistem daring imbas adanya rencana demo lanjutan yang bakal digelar hari ini, Senin (1/9/2025).

Salah satunya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya secara resmi menetapkan perkuliahan berlangsung daring pada 1–4 September 2025.

Keputusan itu dituangkan melalui Surat Edaran Rektor Nomor 2677 Tahun 2025 yang ditandatangani Rektor Akh. Muzakki, sebagai bentuk antisipasi atas kondisi yang dinilai belum sepenuhnya kondusif.

“Dosen wajib mengajar dari kampus, perkuliahan dipusatkan melalui aplikasi daring seperti Google Meet, serta sanksi bagi dosen yang tetap mewajibkan mahasiswa hadir di kampus,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama

UINSA Surabaya, Aslamiyah dalam keterangannya, Minggu (31/8/2025)

“Kami mengambil tindakan ini untuk memastikan keamanan mahasiswa. Seluruh proses pembelajaran dilakukan dari tempat tinggal masing-masing sampai situasi kondusif,” kata Manager Public Relations Ubaya, Elenita Santoso.

Kampus Lainnya

Sementara itu, Universitas Ciputra (UC) Surabaya juga melakukan penyesuaian jadwal akademik.

Humas UC, Erlita Tantri, menjelaskan pada Senin (1/9/2025) kampusnya masih melaksanakan pengurusan Kartu Rencana Studi (KRS) secara daring, sedangkan kuliah aktif baru dimulai pada 8 September 2025.

“Sejauh ini belum ada surat edaran resmi, tetapi semua layanan akademik sementara dilakukan daring,” ujarnya.

Pemkot Surabaya Wajibkan PAUD hingga SMP Belajar Online

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) memutuskan seluruh siswa jenjang PAUD hingga SMP mengikuti pembelajaran daring pada 1–4 September 2025.

 Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi atas kondisi keamanan yang dinilai kurang kondusif, sekaligus untuk menjaga keselamatan dan psikologis anak-anak.

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan kebijakan tersebut juga menjadi upaya menciptakan suasana berbeda dalam proses belajar mengajar.

“Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kondisi psikologis anak di tengah situasi yang terus memanas seperti saat ini,” kata Yusuf, Minggu (31/8/2025).

Yusuf meminta kepala satuan pendidikan memastikan kelancaran pelaksanaan pembelajaran daring, termasuk pendampingan guru agar

kegiatan belajar tetap berjalan efektif. Ia menambahkan, meskipun daring,

guru dapat memberikan tugas praktik yang bisa dilakukan di rumah.

“Misalnya diberi tugas soal menjaga kelestarian lingkungan, membuat cerpen, dan sebagainya,” ujarnya (EH054)