Oknum Satpol PP Kota Surabaya Palak Pedagang Asongan di Jalan Karang Menjangan Viral di Medsos

0
121

Surabaya, Cakrayudha-hankam.com – Beredar luas di media sosial, seorang pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Karang Menjangan, Surabaya mengaku kerap dipalak untuk memberikan makanan kepada oknum Satpol PP.

Pengakuan tersebut direkam oleh warganet dan viral di dunia maya. Salah satunya diunggah ulang oleh akun Instagram @surabaya.terkini. Akun dengan 761 ribu pengikut itu membagikan video percakapan.

“Seorang lansia (perempuan) penjual makanan di Jalan Karang Menjangan, Surabaya, mengaku kerap diminta memberi dagangan secara gratis oleh oknum Satpol PP,” tulis akun Instagram @surabaya.terkini, dikutip Jumat (29/8/2025).

Menurut penuturan pedagang, setiap pagi pedagang kecil kerap diminta memberikan sesuatu agar lapaknya tidak dibubarkan. Situasi ini membuat mereka tertekan, sebab dagangan berkurang tanpa mendapat bayaran.

“Warga sekitar menyayangkan tindakan yang diduga dilakukan aparat penertiban itu. Hingga kini, pihak Satpol PP belum memberikan klarifikasi terkait dugaan praktik pungutan liar tersebut,” imbuhnya.

Saat tiba di Jalan Karang Menjangan pada Jumat pagi untuk menemui ibu-ibu pedagang, yang viral di media sosial.

Suasana Jalan Karang Menjangan ramai lancar. Banyak pedagang kaki lima yang berjualan di bahu jalan, mulai dari minuman, bahan makanan, makanan kekinian, hingga makanan berat.

Terlihat sejumlah petugas Satpol PP juga berjaga di sana. Beberapa tampak akrab bercengkrama dan berbaur dengan pedagang, bertanya kepada pedagang di sana terkait pedagang lansia yang viral.

Pedagang lansia yang viral diketahui berjualan makanan. lapaknya tampak bersih dan rapi. Tidak ada dagangan, bahkan keberadaan pedagang tersebut tidak diketahui (sudah pulang).

Namun, dua pedagang lain terlihat datang. Salah satunya menegaskan bahwa persoalan sudah selesai. “Sudah ada pertemuan, tidak perlu
diungkit lagi,” ujar pedagang.

Saat di konfirmasi kepada Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan, hingga berita ini ditulis.(Git)