Satgas Maleo Wujudkan Impian Warga Yobeh
JAYAPURA, Cakrayudha-hankam.com – Deru mesin bor menembus tanah sedalam 30 meter membawa kabar gembira bagi warga Kampung Yobeh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Setelah bertahun-tahun kesulitan mendapatkan air layak konsumsi, masyarakat kini bisa bernapas lega karena air bersih akhirnya mengalir dekat dari rumah mereka.
Peresmian sumur bor di Obhe Fongakle, Kampung Yobeh, berlangsung penuh sukacita pada Agustus 2025. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., pejabat daerah, tokoh adat, serta aparat TNI-Polri yang bersama-sama mewujudkan harapan lama masyarakat.
Air Bersih, Harapan yang Jadi Nyata
Selama bertahun-tahun, warga Yobeh harus menempuh perjalanan jauh atau mengandalkan sumber air pegunungan untuk kebutuhan harian. Kondisi ini sering menimbulkan masalah kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Kini, kehadiran sumur bor yang dibangun Satgas Maleo perlahan mengganti penderitaan dengan senyuman.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Satgas Maleo. “Apa yang digagas Satgas Maleo ini merupakan ide besar. Selama ini kami mencari cara agar sumber air dari Pegunungan Cycloop bisa dialirkan ke kampung-kampung sulit dijangkau. Ternyata melalui sumur bor, air bersih bisa diperoleh. Jika di Kampung Yobeh bisa, kampung lain juga bisa memanfaatkannya,” jelas Yunus.
Kerja Kolaborasi untuk Kesejahteraan
Dansatgas Maleo, Kolonel Inf Ginda, menuturkan bahwa pembangunan sumur bor merupakan bagian dari program penyediaan sumber air bersih di beberapa titik di Papua. Program ini terwujud berkat dukungan donatur dan keterlibatan langsung prajurit Satgas yang memahami kondisi lapangan.
“Kami turun langsung ke lapangan karena lebih mengetahui kebutuhan masyarakat. Pengeboran memakan waktu sekitar tiga minggu, hingga air bisa ditampung dalam dua bak berkapasitas 2.200 liter masing-masing,” ungkap Kolonel Ginda.
Warga Menyambut dengan Sukacita
Bagi masyarakat Kampung Yobeh, kehadiran air bersih seperti hadiah kemerdekaan yang nyata. Mereka tidak lagi menunggu bantuan dari luar kampung atau bergantung pada sumber air jauh. Kebutuhan dasar lebih mudah terpenuhi, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Ondoafi Kampung Yobeh, Agustinus Sokoy, dan Kepala Kampung, Sostinus Sokoy, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah dan Satgas Maleo. Menurut mereka, air bersih bukan sekadar kebutuhan, tetapi simbol harapan baru bagi generasi muda di kampung itu.
Kemerdekaan yang Benar-Benar Menyentuh Rakyat
Peresmian sumur bor bukan sekadar acara seremonial, tetapi momentum yang menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia telah menyentuh tanah Cenderawasih. Pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat bergerak bersama demi kesejahteraan rakyat.
Kini, air bersih mengalir di Kampung Yobeh. Suara anak-anak yang tertawa riang di dekat bak penampungan menjadi saksi bahwa perjuangan panjang itu tidak sia-sia. Kemerdekaan bagi mereka hadir dalam bentuk sederhana namun bermakna: air bersih yang dekat dan mudah diakses.(Red-033)

