Pasang Stiker “Save Tunjungan” Saat 17 Agustus

0
189
Jalan Tunjungan di Surabaya kini steril dari parkir kendaraan di tepi jalan sebagai bagian dari kebijakan penataan kawasan. (Dok. DPRD Surabaya)

Bentuk Protes Pemilik Toko Akibat Sepi Pembeli

 

SURABAYA, Cakrayudha-hankam.com – Sejumlah pemilik usaha di Jalan Tunjungan memasang stiker protes di depan toko mereka. Aksi itu dilakukan karena omzet usaha menurun drastis setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan parkir di tepi jalan.

Maria, salah satu pemilik toko, mengaku penjualan turun hingga 40–50 persen sejak aturan diberlakukan pertengahan Juli 2025. Ia menyebut, mayoritas pelanggan yang datang menggunakan mobil kini harus berjalan jauh dari area parkir di Mal Pelayanan Publik Siola. “Kalau parkir dekat penuh, pelanggan malas ke sini,” ujarnya, Selasa (19/8/2025).

Hal serupa disampaikan Novia, karyawan sebuah usaha kuliner. Ia menilai ketiadaan parkir membuat toko-toko di Tunjungan sepi pembeli. “Sejak parkiran ditutup, customer berkurang sampai 50 persen. Kami berharap parkir dikembalikan,” katanya.

Menanggapi keluhan itu, Kepala UPTD Parkir TJU Dishub Surabaya, Jeane Mariane Taroreh, memastikan ketersediaan sejumlah kantong parkir alternatif. Lokasinya antara lain di Gedung Siola, Tanjung Anom, TEC, Jalan Genteng Besar, Kantor BPN, dan Pasar Tunjungan, dengan kapasitas 490 mobil dan 2.250 motor.(Red-053)