Buka Akses Kemanusiaan di Pedalaman Papua

0
328

Satgas TNI Yonif 700/WYC Gelar Layanan Kesehatan Gratis

 

PUNCAK, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedalaman Papua, Satgas TNI Yonif 700/Wira Yudha Cakti menunjukkan komitmen pengabdian kepada rakyat. Melalui Pos Pintu Jawa, para prajurit melaksanakan pelayanan kesehatan gratis bagi warga Kampung Neulume, Distrik Kembru, pada Rabu (24/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pembinaan Teritorial Terbatas (Binter Terbatas) yang digelar langsung di pos, sebagai upaya menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap pelayanan medis yang mudah dijangkau dan terpercaya.

Salah satu warga, Mama Yepri, yang datang untuk berobat mengungkapkan rasa syukurnya. Sudah beberapa hari ia merasa sakit badan, dan setelah mendengar kabar tentang pengobatan gratis dari tetangganya, ia memutuskan untuk datang ke pos.

“Sudah beberapa hari badan saya sakit semua. Dengar dari tetangga ada pengobatan gratis di pos, saya langsung datang. Saya senang karena ditangani dengan cepat dan baik,” ucapnya penuh haru.

Komandan Pos Pintu Jawa, Letda Inf Risal, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan TNI di wilayah tugasnya.

“Kami tidak hanya menjaga perbatasan, tapi juga hadir sebagai bagian dari solusi kesulitan warga. Pengobatan gratis ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang belum terjangkau fasilitas medis,” jelasnya.

Antara Kemanusiaan dan Tugas Negara
Dalam suasana penuh kehangatan, para prajurit Satgas Yonif 700/WYC memberikan layanan pemeriksaan dan penanganan medis dengan penuh empati dan profesionalisme. Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat, serta menumbuhkan rasa aman dan nyaman di wilayah yang masih terbatas layanan publiknya.

“Kesehatan adalah hak setiap orang. Kami akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat Papua,” tegas Letda Inf Risal.

Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Menurutnya, inisiatif semacam ini adalah wujud nyata prinsip TNI yang profesional, responsif, dan adaptif, khususnya dalam menghadapi tantangan geografis dan sosial di wilayah terpencil.

Langkah kecil ini mungkin tampak sederhana, namun memiliki dampak yang besar: menumbuhkan harapan, merawat kemanusiaan, dan menunjukkan bahwa di ujung negeri, TNI hadir bukan hanya membawa senjata—tetapi juga membawa kasih, kepedulian, dan pengabdian.

Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)