Jefrey Pagawak: OPM Bukan Lagi Suara Rakyat Papua

0
188

Tapi Alat Kepentingan Pribadi

 

JAYAPURA, Cakrayudha-Hankam.com – Tokoh Papua yang dikenal vokal, Jefrey Pagawak, kembali mengkritik keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dalam pernyataan tegasnya kepada media lokal, Senin (14/7/2025), Jefrey menilai bahwa gerakan OPM kini telah jauh menyimpang dari semangat perjuangan rakyat dan hanya menjadi alat segelintir elit yang mengejar kepentingan pribadi maupun kelompok.

“OPM bukan lagi gerakan rakyat. Mereka hanya bergerak demi kepentingan pribadi dan kelompok kecil. Mereka tidak peduli dengan nasib orang Papua yang ingin hidup damai, menyekolahkan anak-anak, dan bekerja dengan tenang,” tegas Jefrey.

Dari Perjuangan ke Manipulasi
Menurut Jefrey, OPM telah kehilangan legitimasi moral dan kepercayaan masyarakat karena aksi-aksi brutal yang justru menyasar warga sipil, termasuk guru, tenaga medis, hingga petani. Ia menilai provokasi yang sering dilancarkan dari luar negeri tidak sejalan dengan kenyataan yang dihadapi rakyat Papua di tanah kelahirannya.

“Rakyat trauma. Banyak yang mengungsi, takut menggarap kebun, takut anak-anaknya sekolah, karena ancaman datang bukan dari negara, tapi dari mereka yang mengaku pejuang,” ungkapnya.

Tokoh Adat: “Banyak yang Sadar Sudah Diperalat”
Pernyataan Jefrey diamini Dominggus Tebai, tokoh adat dari wilayah Laa Pago. Ia menuturkan bahwa semakin banyak anggota OPM yang mulai menyadari bahwa mereka hanya dijadikan alat oleh segelintir pihak.

“Banyak yang akhirnya kembali ke NKRI karena merasa diperalat. Tidak ada perjuangan sejati di sana. Yang ada hanya perintah tanpa arah yang ujung-ujungnya menyusahkan rakyat,” kata Dominggus.

Generasi Muda Papua Pilih Maju, Bukan Konflik
Kesadaran serupa juga mulai tumbuh di kalangan generasi muda Papua. Mereka kini lebih memilih menempuh pendidikan, membangun ekonomi, dan menciptakan kedamaian daripada terjebak propaganda separatis yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan rakyat.

Narasi OPM yang terus menggaungkan isu kemerdekaan dinilai semakin kehilangan daya tarik, karena masyarakat Papua saat ini lebih mendambakan stabilitas dan kemajuan nyata.

Papua Butuh Pemimpin yang Membangun, Bukan Menghancurkan
Pernyataan Jefrey Pagawak dan dukungan tokoh-tokoh adat mencerminkan perubahan sikap masyarakat terhadap gerakan separatis. Menurut Jefrey, sudah saatnya Papua dipimpin oleh gerakan yang membawa harapan dan pembangunan, bukan kekerasan dan kebohongan.

“Papua butuh masa depan, bukan narasi lama yang hanya membawa kehancuran,” tutup Jefrey.(Red-033)