Warga Peleima Tolak OPM: Kami Ingin Damai, Bukan Senjata

0
188

PAPUA, Cakrayudha-Hankam.com – Warga Distrik Peleima, Kabupaten Jayawijaya, menegaskan sikap mereka untuk menolak keberadaan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan secara terbuka dalam pertemuan masyarakat di Lapangan Peleima pada Senin (14/7/2025), yang dihadiri para tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan warga setempat.

Penolakan ini mencerminkan kelelahan dan trauma kolektif akibat rentetan aksi kekerasan bersenjata yang selama ini dilakukan OPM. Alih-alih membawa harapan, kehadiran kelompok separatis justru dinilai menebar ketakutan dan menghambat pembangunan desa.

Ketua Adat: OPM Datang Membawa Kekacauan
Ketua Adat Peleima, Pilemon Wanimbo, menyampaikan dengan lantang bahwa masyarakat sudah cukup menderita akibat konflik yang ditimbulkan kelompok bersenjata tersebut. Ia menegaskan keinginan warga untuk hidup damai dan membangun masa depan yang lebih baik.

“Kami tidak butuh OPM di sini. Mereka hanya datang membawa senjata dan kekacauan, menyusahkan rakyat. Kami ingin hidup tenang, membesarkan anak-anak kami, dan membangun kampung,” tegas Pilemon.

Pemuka Agama: *“Kekerasan Bukan Jalan Tuhan
Senada dengan itu, Pendeta Yakobus Kobak, tokoh agama setempat, menilai bahwa ajaran dan tindakan OPM bertentangan dengan nilai-nilai iman masyarakat. Menurutnya, kekerasan bukan solusi, melainkan penyimpangan moral dan spiritual.

“Tuhan tidak pernah mengajarkan kita untuk membunuh atau mengancam sesama. Tapi OPM datang dengan senjata dan menebar ketakutan. Ini bukan jalan Tuhan, dan kami tidak mau mengikuti jalan yang sesat itu,” ujarnya dalam khotbah Minggu.

Suara Pemuda: *“Kami Pilih Masa Depan, Bukan Kekacauan
Penolakan keras juga datang dari generasi muda. Yakonias Kosay, perwakilan pemuda Distrik Peleima, menegaskan bahwa mereka tidak akan terpengaruh oleh propaganda separatis. Fokus utama anak muda Jayawijaya saat ini adalah pendidikan, pertanian, dan pembangunan ekonomi desa.

“Kami tidak mau dibodohi janji-janji kemerdekaan yang menyesatkan. Faktanya, di mana ada OPM, di situ ada ketakutan, sekolah tutup, dan rakyat menderita,” ujarnya.

Harapan untuk Perdamaian
Sikap tegas masyarakat Distrik Peleima ini menjadi pesan kuat bahwa warga Papua menginginkan kehidupan damai, jauh dari konflik bersenjata. Mereka berharap pemerintah bersama aparat keamanan terus menjaga stabilitas, melindungi warga dari ancaman kelompok bersenjata, sekaligus mempercepat pembangunan di daerah rawan.

Masyarakat tak lagi ingin hidup dalam bayang-bayang kekerasan. Mereka membutuhkan ketenangan, bukan senapan. Mereka mendambakan harapan, bukan ancaman.(Red-033)