Tindak Brutal di Intan Jaya

0
181

Dua Perempuan Jadi Korban Penyiksaan dan Pelecehan oleh Kelompok OPM

 

INTAN JAYA, Cakrayudha-hankam.com – Aksi kekerasan kembali mencoreng kemanusiaan di wilayah Papua Pegunungan. Dua perempuan warga sipil di Distrik Biandoga, Kabupaten Intan Jaya, menjadi korban penganiayaan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Roni Wonda, pada Jumat, 11 Juli 2025.

Insiden bermula dari tuduhan sepihak kelompok tersebut terhadap sejumlah ibu-ibu yang sedang menjalankan aktivitas harian di kampung. Mereka dituduh menyimpan dan menyebarkan obat-obatan terlarang yang dianggap sebagai penyebab kematian beberapa anak di daerah tersebut. Tanpa bukti atau proses klarifikasi, kelompok bersenjata itu langsung melakukan penyerangan.

Dua perempuan mengalami luka serius akibat penyiksaan brutal, bahkan menjadi korban pelecehan seksual di depan warga lainnya. Informasi ini diperoleh dari warga yang berhasil melarikan diri dan memberikan kesaksian mengenai kejadian tragis tersebut.

“Kelompok Roni Wonda bukan lagi pejuang. Mereka telah menjadi pelaku kekejaman. Menyiksa perempuan tanpa bukti adalah tindakan biadab yang tidak bisa diterima,” tegas Melianus Wendagau, Kepala Suku di Kampung Sugapa Lama.

Kecaman keras juga datang dari tokoh agama, Pendeta Herman Bagau dari Bambu Kuning. Ia menilai tindakan kelompok bersenjata tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai moral dan martabat kemanusiaan.

“Ini adalah penghinaan terhadap perempuan dan rakyat Papua sendiri. Tidak ada perjuangan yang sah jika dilakukan dengan cara menyiksa dan melecehkan sesama,” ujarnya penuh keprihatinan.

Hingga saat ini, situasi di Distrik Biandoga masih dilaporkan mencekam. Warga diliputi rasa takut dan trauma mendalam. Masyarakat setempat mendesak aparat keamanan untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan demi memulihkan rasa aman di tengah warga.(Red-033)