KNKT Ungkap Detik-detik KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam

0
223

Mesin Normal, tak Ada Hujan

 

JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli. KNKT terus mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk penumpang dan kru kapal yang selamat dari insiden tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari saksi, kronologi awal tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya mulai terungkap. Hal ini disampaikan oleh KNKT dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI di Jakarta pada Selasa, 8 Juli.

Menurut Anggiat PTP Pandiangan, Pelaksana Tugas Ketua Sub Komite Keselamatan Pelayaran KNKT, proses pemuatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dimulai pada Rabu malam pukul 22.15 WIB.

Pada pukul 22.45 WIB, proses pemuatan telah selesai. Kemudian, pada pukul 22.51 WIB, KMP Tunu Pratama Jaya mulai berangkat menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

“Saat kapal berangkat, tidak ada anomali, kemiringan, atau kondisi yang tidak biasa. Mesin berfungsi dengan baik, visibilitas cukup jelas, dan cuaca mendukung tanpa hujan atau kabut,” kata Anggiat PTP Pandiangan.

Sekitar 30 menit setelah pelayaran, penjaga di anjungan merasakan kapal miring ke sebelah kanan. Juru mudi dan kelasi jaga melihat air laut masuk ke ruang mesin melalui pintu kamar mesin.

Juru minyak jaga yang juga berada di ruang mesin mengonfirmasi hal yang sama. “Kami melakukan konfirmasi berdasarkan informasi yang kami terima dari juru mudi jaga dan juru minyak,” tambahnya.

“Mereka mengungkapkan hal yang sama,” kata Anggiat.

Juru minyak segera berlari keluar dari ruang mesin, sementara mualim jaga memerintahkan awak kapal untuk membantu penumpang mengenakan pelampung dan bersiap untuk evakuasi. Nakhoda, yang saat itu sedang beristirahat, segera dibangunkan oleh mualim jaga. Setelah itu, nakhoda mengambil alih kemudi dan mengirimkan sinyal darurat melalui radio frekuensi 16.

Kendaraan di bagian belakang kapal mulai bergeser dan menumpu ke sisi kanan, yang menyebabkan kapal semakin miring ke arah tersebut. Awalnya, kemiringan kapal terjadi secara perlahan, namun kemudian semakin cepat.

“Beberapa menit setelah panggilan darurat, kapal mulai tenggelam, dengan buritan atau bagian belakang kapal yang tenggelam terlebih dahulu sambil miring ke kanan,” ujarnya. Beberapa kapal lain yang berada di dekat lokasi kejadian mengalami kesulitan dalam membantu evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya karena kondisi gelap.

Kapal Gilimanuk I dan Tunuh Pratama 3888 yang berada di sekitar lokasi berusaha menerangi area di sekitar Tunu Pratama Jaya, namun mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi objek yang terapung. KMP Tunu Pratama Jaya, yang mengangkut 53 penumpang, 12 awak kapal, dan 22 kendaraan, akhirnya tenggelam di Selat Bali. Menurut laporan dari petugas di lapangan, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada pukul 23.35 WIB di koordinat 8° 9’32.35″S 114°25’6.38″E. (Red-033)