Diamnya Gibran Saat Tinjau Update Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya

    0
    155

    BANYUWANGI, Cakrayudha-hankam.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, yang menjadi pusat informasi terkait tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025).

    Dalam kunjungannya pada Minggu (6/7/2025), Gibran mengenakan kemeja putih dan memulai aktivitasnya di Kantor ASDP Ketapang. Ia didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta sejumlah pejabat dari berbagai sektor.

    “Hari ketiga, operasi diperluas hingga 23 NM,” ungkap Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, yang menjelaskan kepada Gibran dengan suara yang terdengar samar.

    Gibran dengan seksama memperhatikan layar yang menampilkan informasi mengenai operasi pencarian yang telah dilakukan, serta rencana yang akan dilaksanakan oleh tim SAR gabungan.

    Rencana untuk mengerahkan penyelam ke lokasi objek yang diduga kapal, yang terletak sekitar 40-50 meter di bawah permukaan laut, termasuk dalam agenda tersebut. Sebelum penyelam dikerahkan, tim masih menunggu hasil dari ROV yang diluncurkan oleh KRI Fanildo milik TNI AL.

    Selanjutnya, Gibran menuju posko tempat keluarga penumpang menginap di Pelabuhan Ketapang. Titik terakhir yang dikunjungi Gibran adalah posko Basarnas di Pelabuhan Ketapang. Selama kunjungannya, Gibran tidak memberikan pernyataan kepada awak media yang telah menunggunya sejak pagi.

    Basarnas kemudian memberikan penjelasan mengenai operasi SAR gabungan, menyatakan bahwa saat ini data infografik sedang diproses dan KRI Fanildo dari TNI AL sedang menurunkan ROV.

    Para penyelam yang akan dikerahkan saat ini sedang mempersiapkan peralatan mereka. “Kami akan menurunkan penyelam untuk melakukan observasi langsung di palka dan pada objek yang diduga kapal di lokasi temuan,” ujar Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno. Sebanyak 34 penyelam dari berbagai unsur, termasuk TNI AL, akan terlibat dalam operasi ini. Total personel yang terlibat dalam pencarian hingga saat ini mencapai 612 orang. (Red-033)