BULELENG, Cakrayudha-hankam.com – Sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan warga di Kabupaten Buleleng mengungkapkan harapan mereka akan kejelasan mengenai proyek pembangunan Bandara Internasional Bali Utara yang telah lama direncanakan oleh PT BIBU Panji Sakti.
Masalahnya, proyek ini masih sebatas janji, dan tidak ada kepastian kapan akan direalisasikan.
Warga Buleleng pun mempertanyakan komitmen PT BIBU Panji Sakti. “Kami sudah lelah dengan janji yang tidak jelas. Jika memang serius, tunjukkan buktinya!” tegas Kadek Aditya Mahendra dari Forum Pemuda Buleleng.
Kadek Aditya mendorong percepatan realisasi pembangunan bandara agar janji tersebut dapat diwujudkan dan memberikan kepastian kepada masyarakat. “Kami merasa ragu karena tidak ada proses pembersihan lahan, sosialisasi, atau kehadiran nyata dari perusahaan di tengah masyarakat,” ungkap Kadek Aditya Mahendra.
I Wayan Sutama, tokoh masyarakat Desa Kubutambahan, berharap agar janji-janji yang telah disampaikan segera terwujud dan dilaksanakan dengan nyata. “PT BIBU selama ini hanya berbicara di media, tetapi tidak ada bukti konkret di lapangan,” tegas I Wayan Sutama.
Ni Luh Desi Astuti, tokoh perempuan dari Desa Bontihing, menambahkan bahwa masyarakat tetap terbuka terhadap proyek besar yang dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi daerah.
Desa Astuti berharap agar janji-janji yang dibuat tidak hanya sekadar ucapan. “Selama ini, masyarakat hanya menjadi penonton dari berbagai janji yang ada,” ungkap Ni Luh Desa Astuti.
Putu Rumawan Salain, seorang pengamat Tata Ruang dan Perkotaan dari Universitas Udayana (Unud), menekankan pentingnya penyampaian konsep pembangunan yang terintegrasi dan terhubung dengan wilayah Bali Selatan untuk memastikan keberlanjutan proyek. “Semua harus terukur, dengan kajian yang jelas, bukan sekadar asal-asalan. Pembangunan bandara harus dilakukan secara terintegrasi,” jelas Putu Rumawan Salain. (Red-033)

