Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Dilanjut

    0
    84

    Dari KRI Fanildo sampai Puluhan Penyelam Dikerahkan

     

    BANYUWANGI, Cakrayudha-hankam.com – Laksda (Purn) Ribut Eko Suyatno, Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, mengungkapkan rencana untuk melanjutkan pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya pada Minggu (6/7/2025).

    “Kami telah menerima arahan dan evaluasi dari data yang diperoleh kemarin, dan saat ini kami menunggu hasil dari kapal KRI Fanildo (kapal pemburu ranjau) serta tim ahli dari hidrografi untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut,” kata Ribut kepada wartawan pada hari yang sama.

    Ia juga menambahkan bahwa KRI Fanildo akan segera menuju lokasi untuk mendukung proses pencarian KMP Tunu Pratama Jaya.

    “Di saat yang bersamaan, para penyelam juga sedang mempersiapkan peralatan dan kondisi mental mereka,” tambahnya.

    Ribut menjelaskan bahwa dari 22 penyelam yang direncanakan untuk diterjunkan, tidak semuanya dapat ikut serta.

    “Jumlah penyelam yang telah menjalani pemeriksaan medis adalah 22 orang, namun beberapa di antaranya tidak dapat diturunkan sebagai penyelam dan kemungkinan akan berperan sebagai tenaga pendukung. Selain itu, TNI AL menambah 15 orang, sehingga totalnya menjadi 22 ditambah 15,” jelasnya.

    Ia juga menyatakan bahwa akan ada penurunan kapal tender untuk mendukung upaya penyelaman, serta tambahan kekuatan dari gugus keamanan laut. Selain itu, penyisiran dengan kapal masih berlangsung, dan pencarian melalui udara juga terus dilakukan meskipun dengan intensitas yang dikurangi.

    Ribut menambahkan bahwa operasi ini didukung oleh pemerintah daerah, yang menyediakan rumah sakit untuk proses identifikasi jenazah jika operasi SAR berhasil menemukan korban.

    Insiden Kapal Tenggelam
    Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang beroperasi di rute Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuju Gilimanuk, Bali, mengalami tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu, 2 Juli 2025, pukul 22.56 WIB, sekitar 25 menit setelah lepas jangkar.

    Menurut keterangan tertulis yang diterima Kompas.tv dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi Banyuwangi pada Kamis, 3 Juli, kronologi kecelakaan dimulai saat kapal berlayar menuju Gilimanuk pada pukul 22.56 WIB. Selanjutnya, pada pukul 23.20 WIB, kapal mengalami situasi darurat. Pada pukul 23.35 WIB, petugas jaga Syahbandar melihat kapal tenggelam. Setelah itu, upaya penyelamatan segera dilakukan.

    Pada hari pertama pencarian, petugas gabungan berhasil mengevakuasi puluhan korban dari kapal yang tenggelam.

    “Dari pencarian yang dilakukan pada hari pertama, kami berhasil mengevakuasi 35 orang, di mana 29 di antaranya selamat dan 6 orang ditemukan meninggal,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksda (Purn) Ribut Eko Suyatno.

    Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data manifes, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 53 penumpang dan 12 kru kapal.

    Menurut perkembangan terbaru yang dilaporkan oleh Kompas.tv pada Sabtu (5/7/2025), tim SAR gabungan telah berhasil mendeteksi objek di bawah laut yang diduga kuat merupakan KMP Tunu Pratama Jaya.

    “Di lokasi tersebut, tim dapat mengidentifikasi adanya objek di bawah air yang diduga adalah kapal yang kami cari,” tambah Laksda (Purn) Ribut Eko Suyatno dalam konferensi pers pada hari yang sama.

    Dari 65 manifes KMP Tunu Pratama Jaya, 30 di antaranya dinyatakan selamat, dan 6 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 29 lainnya masih belum ditemukan.(Red-033)