TNI Kerahkan Kekuatan Laut dan Udara

    0
    145

    Respon Cepat Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

     

    BALI, Cakrayudha-hankam.com – Tentara Nasional Indonesia, melalui Komando Armada II (Koarmada II), segera merespons insiden tenggelamnya kapal feri KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam, 2 Juli 2025, sekitar pukul 23.30 WITA. Kapal yang membawa puluhan penumpang itu dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk, termasuk gelombang tinggi dan angin kencang.

    Menanggapi laporan darurat, Koarmada II segera mengerahkan berbagai unsur laut untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Kekuatan yang dikerahkan mencakup KRI Teluk Ende (TLE-517), KRI Tongkol (TKL-813), satu pesawat udara CN 235, dua unit kapal Angkatan Laut (Kal), satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), serta dukungan dari tim penyelam dan pasukan elit Komando Pasukan Katak (Kopaska). Operasi ini dipimpin langsung oleh Danguspurla Koarmada II dan melibatkan kerja sama dengan instansi terkait lainnya.

    Hingga saat ini, dari total penumpang dan awak kapal, sebanyak 31 orang telah berhasil diselamatkan, sementara 30 orang masih dalam pencarian, dan 4 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Proses evakuasi terus dilakukan dengan intensif, mengutamakan keselamatan korban dan personel SAR yang terlibat. Tantangan utama dalam operasi ini adalah kondisi laut yang tidak bersahabat, namun TNI tetap berkomitmen untuk menjalankan misi kemanusiaan ini dengan sebaik-baiknya.

    Pengerahan kekuatan laut dan udara ini merupakan bagian dari tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 yang mengubah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 13, yang menyebutkan “membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue)”. TNI selalu siap melaksanakan tugas kemanusiaan sebagai wujud pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara.

    Kehadiran TNI dalam situasi darurat tidak hanya berfungsi sebagai pilar pertahanan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam melindungi keselamatan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa TNI bukan hanya sekadar kekuatan militer, tetapi juga kekuatan sosial yang siap hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi.

    Dalam pernyataannya di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis, 3 Juli 2025, Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan menegaskan komitmen TNI untuk terus memberikan bantuan kepada para korban kecelakaan kapal tersebut. “TNI menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang kehilangan nyawa dalam musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya,” ujarnya.

    “Kami terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam proses pencarian dan evakuasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Misi kemanusiaan ini menjadi prioritas utama TNI, dan kami akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait secara maksimal. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran proses penyelamatan, serta keselamatan seluruh korban dan personel yang sedang bertugas di lapangan, ” ujarnya.

    Tentara Nasional Indonesia melalui Komando Armada II (Koarmada II) bergerak cepat merespons insiden tenggelamnya kapal feri KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, yang terjadi pada Selasa malam, 2 Juli 2025, sekitar pukul 23.30 WITA. Kapal yang mengangkut puluhan penumpang tersebut dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk dengan gelombang tinggi dan angin kencang.

    Merespons laporan darurat tersebut, Koarmada II langsung mengerahkan unsur-unsur laut dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Kekuatan yang diterjunkan meliputi KRI Teluk Ende (TLE-517), KRI Tongkol (TKL-813), satu Pesawat Udara CN 235, dua unit Kapal Angkatan Laut (Kal), satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), serta dukungan tim penyelam dan pasukan elit Komando Pasukan Katak (Kopaska). Operasi ini dipimpin langsung oleh Danguspurla Koarmada II dan melibatkan kerja sama dengan instansi terkait lainnya.

    Hingga saat ini, dari total penumpang dan awak kapal, tercatat 31 orang berhasil diselamatkan, 30 orang masih dalam pencarian, dan 4 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi terus dilakukan secara intensif dengan prioritas keselamatan korban dan personel SAR yang bertugas. Tantangan utama dalam operasi ini adalah kondisi laut yang kurang bersahabat, namun TNI tetap berkomitmen maksimal dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.

    Pengerahan kekuatan laut dan udara ini merupakan implementasi dari tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 13, yaitu “membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue)”. TNI senantiasa siap menjalankan tugas kemanusiaan sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara.

    Kehadiran TNI dalam situasi darurat tidak hanya menjadi tulang punggung pertahanan negara, tetapi juga garda terdepan dalam melindungi keselamatan jiwa masyarakat. Ini sekaligus menunjukkan bahwa TNI bukan hanya kekuatan tempur, tetapi juga kekuatan sosial yang siap hadir di tengah rakyat dalam kondisi apapun.

    Dalam keterangannya di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis 3 Juli 2025, Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan duka cita dan menyampaikan komitmen TNI untuk terus memberikan bantuan kepada korban kecelakaan kapal tersebut.

    “TNI menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Kami terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam proses pencarian dan evakuasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Misi kemanusiaan ini menjadi prioritas utama TNI, dan kami akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait secara maksimal,” jelasnya.

    Kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran proses penyelamatan, serta keselamatan seluruh korban dan personel yang sedang bertugas di lapangan, ” ujarnya. (Puspen TNI/Red-033)