Terungkap! Peran Gelap Theo Hesegem

    0
    68

    Diduga Dalang di Balik Teror TPNPB-OPM dan Pembunuhan Pekerja Gereja di Tangma

     

    YAHUKIMO, Cakrayudha-hankam.com – Situasi kelam kembali melanda Papua Pegunungan. Theo Hesegem, yang selama ini dikenal sebagai aktivis lokal, kini menjadi sorotan setelah namanya dikaitkan sebagai otak di balik aksi kekerasan brutal yang mengakibatkan tewasnya seorang pekerja gereja di Distrik Tangma, Kabupaten Yahukimo, pada Selasa, 17 Juni 2025.

    Dugaan ini muncul berdasarkan kesaksian dari masyarakat, tokoh agama, dan pemuka adat yang mulai berbicara mengenai peran aktif Theo dalam mendukung kelompok bersenjata TPNPB-OPM, yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

    Seorang tokoh masyarakat setempat, yang dikenal dengan inisial Y.L., menyatakan bahwa Theo selama ini secara terbuka mengajak warga untuk tetap tinggal saat OPM memasuki kampung, dengan alasan untuk membantu perjuangan. Namun, kenyataannya justru sebaliknya: warga dijadikan tameng hidup, dan kampung mereka berubah menjadi arena kekerasan.

    “Dia meminta kami untuk tidak melarikan diri, dengan alasan untuk membantu perjuangan. Namun, kenyataannya, kami justru dijadikan perisai dan korban,” ungkap Y.L.

    Selain itu, warga juga melihat langsung kehadiran Theo bersama anggota TPNPB saat mereka memasuki kampung pada malam hari, hanya beberapa jam sebelum serangan terhadap pekerja gereja terjadi.

    Pendeta Markus Wonda, seorang tokoh gereja dari Wamena, menilai keterlibatan Theo dalam insiden ini sebagai pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan iman. “Mereka yang membunuh pelayan Tuhan tidak memperjuangkan apa pun; mereka justru merusak segalanya,” tegasnya.

    Pandangan serupa juga disampaikan oleh Mama Anike Haluk, seorang tokoh perempuan Papua, yang merasa bahwa tindakan Theo telah mencoreng nama baik masyarakat Tangma.

    “Kami menginginkan perdamaian. Namun, jika ada individu seperti Theo yang justru menjadi penghubung kekerasan, kami tidak bisa tetap diam. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak dalam tipu daya yang ia sebarkan.”

    Masyarakat Dihimbau untuk Waspada: Hindari Terjebak dalam Propaganda yang Menyamar sebagai Perjuangan
    Keterlibatan warga sipil seperti Theo Hesegem dalam aksi-aksi TPNPB-OPM semakin memanaskan situasi keamanan di Yahukimo. Tindakan ini tidak hanya membahayakan warga sipil, tetapi juga memberikan kesempatan lebih besar bagi kelompok bersenjata untuk menyusup dan melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran sipil dan tokoh agama.

    Catatan Redaksi:
    Pengungkapan peran tokoh lokal dalam jaringan kekerasan bersenjata mengingatkan kita bahwa konflik di Papua bukan hanya soal senjata, tetapi juga merupakan perang narasi dan propaganda. Masyarakat perlu cermat dalam membedakan antara suara yang membawa harapan dan yang menyamar sebagai perjuangan namun justru menebar kehancuran. (Red-033)