Sentuhan Cinta di Telinga Kecil Papua
PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di balik keheningan pegunungan Papua, terdapat sebuah kisah yang menyentuh hati: seorang anak kecil yang menangis setiap malam akibat sakit telinga, sementara seorang dokter berseragam loreng datang membawa harapan. Pada Selasa, 17 Juni 2025, Satgas Yonif 732/Banau Pos Beoga merespons panggilan kemanusiaan dengan memberikan layanan kesehatan gratis kepada Jason, bocah Papua yang menderita infeksi pada gendang telinga.
Di daerah yang terpencil dan jauh dari fasilitas kesehatan, kehadiran TNI bukan hanya sebagai simbol keamanan, tetapi juga sebagai penjaga kehidupan. Ketika Mama Erlina, ibu Jason, tiba di Pos Satgas dengan wajah cemas dan penuh harapan, prajurit TNI menyambutnya dengan penuh perhatian. Jason mengalami masalah pada telinganya yang mengeluarkan cairan putih, dan rasa sakit yang dialaminya membuatnya menangis setiap malam.
Mendengar hal tersebut, Letda Ckm dr. Delvis Sandro, dokter dari Satgas Yonif 732/Banau, segera melakukan pemeriksaan. Dengan sigap namun lembut, dr. Delvis memastikan bahwa kondisi Jason dapat ditangani. Ia menjelaskan secara rinci kepada ibunya mengenai pengobatan yang akan diberikan, termasuk cara penggunaan obat tetes telinga agar proses penyembuhan berjalan dengan efektif.
“Mama sangat berterima kasih kepada Bapak Tentara. Mama merasa kasihan kepada Jason, yang setiap malam menangis kesakitan. Semoga setelah diberikan obat, Jason bisa sembuh. Tuhan Yesus memberkati Pak Dokter,” ujar Mama Erlina dengan mata yang berkaca-kaca.
Sentuhan tangan dokter TNI di daerah terpencil bukan hanya sekadar tindakan medis, melainkan juga merupakan pelukan negara kepada rakyat yang tinggal jauh dari pusat peradaban. Di balik seragam hijau loreng tersebut, terdapat nurani yang peka dan hati yang tulus untuk melayani.
Dokter Delvis menekankan bahwa pelayanan kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas untuk membangun hubungan emosional dan kepercayaan dengan masyarakat setempat. “Kepedulian terhadap masyarakat adalah wujud nyata dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan tepat sasaran adalah langkah penting untuk mendukung tercapainya Indonesia Sehat,” ujarnya.
Kisah Jason adalah salah satu dari ribuan cerita kemanusiaan yang terjadi di berbagai penjuru Nusantara.
Ketika prajurit hadir bukan hanya sebagai penjaga, tetapi juga sebagai penyembuh, penyemangat, dan pelindung, di situlah Indonesia terasa utuh.
Di tengah kabut tebal Beoga, kini satu telinga kecil tidak lagi menangis… karena negara hadir tepat pada saat dibutuhkan.
Ditulis oleh:
(Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, Dansatgas Media HABEMA/Red-033)

