OPM Kembali Berulah, Prajurit TNI Gugur Ditembak di Jalan

    0
    483

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Kekerasan kembali melanda Papua, di mana seorang prajurit TNI dari Kodim 1715/Yahukimo, Serka Seger Mulyana, kehilangan nyawanya setelah diserang secara brutal. Ia mengalami luka tembak di dada kanan, luka bacok di leher, dagu, tangan kiri, dan pergelangan tangan kiri, serta luka tusuk di dada kiri. Serangan tersebut dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin oleh Elkius Kobak, di Jembatan Kali Biru, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Senin (16/6/2025).

    Peristiwa tragis ini dimulai sekitar pukul 08.00 WIT, ketika Serka Seger Mulyana mengikuti apel pagi di Makodim 1715/Yahukimo. Setelah apel, ia memeriksa kondisi anggota Makodim yang sedang sakit. Sekitar pukul 09.50 WIT, Serka Seger bersama tiga anggota lainnya berangkat ke RSUD Dekai untuk berkoordinasi mengenai pengadaan obat bagi anggota yang membutuhkan perawatan.

    Setelah menyelesaikan urusan di rumah sakit, Serka Seger kembali ke markas seorang diri untuk mengantarkan obat-obatan.

    Namun, naas, sekitar pukul 10.45 WIT, ia disergap dan ditembak secara mendadak oleh kelompok separatis bersenjata di kawasan Jembatan Kali Biru.

    Tembakan tersebut mengejutkan warga setempat dan segera memicu respons cepat dari personel Kodim 1715/Yahukimo. Setelah dilakukan pencarian, jenazah Serka Seger ditemukan di tepi jalan bersama sepeda motornya.

    Ia sempat dilarikan ke RSUD Dekai, namun dinyatakan gugur pada pukul 11.10 WIT.

    Menanggapi insiden tersebut, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menyampaikan rasa duka yang mendalam dan mengecam keras tindakan tidak berperikemanusiaan itu. “TNI sangat berduka atas gugurnya Serka Seger, prajurit yang melaksanakan tugas kemanusiaan dengan penuh tanggung jawab. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. TNI mengecam keras aksi biadab dan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh OPM,” ujar Mayjen TNI Kristomei.

    TNI berkomitmen untuk terus mengambil langkah-langkah yang terukur dan proporsional terhadap setiap pelaku kekerasan bersenjata yang mengganggu stabilitas dan keamanan di Papua, serta memastikan bahwa aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan kondusif. (Puspen TNI/Red-033)