Dandim Hadiri Istighosah Merah Putih

    0
    53

    Bersama Wakil Kemndesa PDT RI

     

    DEMAK, Cakrayudha-hankam.com – Komandan Kodim 0716/Demak, Letkol Kav Maryoto, S.E., M.Si., M.M., menghadiri acara Istighosah Merah Putih untuk Indonesia Gemah Ripah Loh Jinawi yang berlangsung di alun-alun Kabupaten Demak pada Kamis malam, 12 Juni 2025.

    Acara ini diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Darul Ulumassyariyah dan dihadiri oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A., serta Dir Samapta Polda Jateng, Kombes Pol Risto Samodra, S.Sos., S.I.K. Plh. Bupati Demak diwakili oleh Sekda Ahmad Sugiharto, Kapolres Demak diwakili oleh Kabgren Kompol Sonhaji, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Demak. Acara ini juga diisi dengan mauidloh hasanah oleh KH. Afif Zuhri dari Bonang Demak.

    Dalam sambutannya, Plh. Bupati Demak yang diwakili oleh Sekda Ahmad Sugiharto menyampaikan bahwa Istighosah Merah Putih merupakan sebuah munajat bersama, sebagai ikhtiar spiritual untuk mendoakan negeri tercinta, Indonesia, agar menjadi gemah ripah loh jinawi, tentrem raharjo, baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur.

    Menurutnya, kegiatan tersebut melambangkan persatuan dan ungkapan cinta kita terhadap tanah air, Indonesia. Di tengah tantangan zaman, seperti ancaman perpecahan, penurunan moral, serta bencana alam dan krisis global, kegiatan ini menjadi sumber kekuatan sejati bagi bangsa, bukan hanya dalam aspek ekonomi atau militer, tetapi juga dalam doa dan spiritualitas masyarakatnya.

    Demak, yang dikenal sebagai tanah para wali, memiliki peran historis dan spiritual yang sangat penting. Dari daerah ini, cahaya Islam menyebar ke seluruh Nusantara. Kami percaya bahwa kebangkitan spiritual umat dan kejayaan Indonesia dapat dimulai kembali dari sini. Oleh karena itu, mari kita berdoa bersama agar bumi tempat kita berpijak selalu dilindungi dari segala bencana dan bahaya, serta agar kita semua mendapatkan ridho dan berkah dari Allah SWT, ujarnya.

    Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Tertinggal RI, Ahmad Riza Patria, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh panitia dan pengasuh pesantren yang hadir, yang telah bersatu dalam hati dan doa untuk bangsa ini.

    Saya merasa terhormat dan bangga bisa berada di tengah-tengah Anda semua, bersama para pewaris pejuang Walisongo dan penjaga moral spiritual bangsa. Setiap sudut doa mereka menjadi benteng bagi negeri ini dari berbagai ancaman.

    Saya yakin, selama Indonesia memiliki ulama yang istiqomah, rakyat yang sabar, dan pemimpin yang amanah, negeri ini akan tetap berdiri tegak, kuat, dan mulia. Semoga Allah SWT mencatat amal kita hari ini dan menjadikan negeri kita sebagai tempat yang makmur, maju, dan sejahtera, ujarnya.

    Riza menekankan bahwa pondok pesantren yang ada di desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga berperan sebagai agen pendidikan moral bagi generasi penerus bangsa. Indonesia tidak dapat terlepas dari pengaruh para santri, oleh karena itu, kolaborasi diperlukan untuk memperkuat fondasi bangsa dari bawah.

    Perjuangan bangsa ini sangat dipengaruhi oleh peran para kyai dan santri. Semoga kita selalu diberikan petunjuk untuk menjaga keamanan bangsa dan negara. Hari ini, kita melanjutkan semangat Istighosah untuk memohon kepada Allah agar Indonesia senantiasa dilindungi, sesuai dengan prinsip Gemah Ripah Loh Jinawi Adem Tentrem, tutupnya.

    Kegiatan Istighosah ini merupakan upaya doa bersama untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia menjadi negara yang adil, makmur, aman, damai, dan sejahtera. (Pendim 0716/Red-033)