Pasar di Tengah Belantara

    0
    78

    Saat Prajurit Memborong Harapan Petani Papua

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah hutan Papua yang lebat dan jauh dari keramaian kota, sekelompok prajurit TNI menciptakan kisah yang luar biasa. Mereka tidak menggunakan senjata, melainkan mengandalkan kepedulian. Pada Kamis, 12 Juni 2025, Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti (WYC) yang dipimpin oleh Letda Inf Risal dari Pos Pintu Jawa, turun langsung untuk menyapa para petani di Kampung Wombru. Mereka membeli hasil panen warga tanpa tawar-menawar, membawa kelegaan dan senyuman tulus bagi para petani kecil.

    Bayangkan, di tengah medan yang sulit dan terbatasnya akses pasar yang membuat hasil kebun terancam membusuk, para prajurit ini hadir sebagai “penyelamat panen.” Sayuran segar, pisang, umbi-umbian, dan hasil alam lainnya dibeli langsung tanpa perantara dan tanpa negosiasi yang menyakitkan. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap jerih payah para petani, yang suaranya sering kali tidak terdengar.

    “Jika kami menjualnya ke pos, pasti akan ada yang membeli. Tidak ada yang pulang dengan kekecewaan,” kata Mama Yohana, seorang petani lokal, dengan mata yang berkaca-kaca. “TNI tidak menawar, mereka menghargai usaha kami.”

    Lebih dari sekadar sebuah transaksi, tindakan ini melambangkan kasih sayang dan kemanusiaan. Pos Pintu Jawa bertransformasi dari benteng pertahanan menjadi pelabuhan harapan. Di tempat ini, TNI tidak hanya berperan sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai penyokong kehidupan masyarakat kecil.

    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan penghargaan tinggi terhadap inisiatif ini.

    “Apa yang dilakukan oleh Satgas Yonif 700/WYC adalah wujud cinta TNI kepada rakyat. Kami hadir bukan hanya untuk menjaga, tetapi juga untuk meringankan beban mereka. Inilah kemanunggalan sejati antara TNI dan rakyat,” tegasnya.

    Aksi para prajurit ini telah melampaui batas tugas formal mereka. Mereka menjadi cahaya di pelosok negeri, pahlawan tanpa panggung, yang hadir tidak hanya di masa perang, tetapi juga di ladang, pasar, dan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Papua.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)