Sepatu Untuk Harapan

    0
    102

    Prajurit TNI Menyusuri Bilogai dengan Pesan Damai dan Persaudaraan

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di antara lereng-lereng curam pegunungan Papua, prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan menorehkan kisah kepedulian yang melampaui batas tugas militer. Pada Kamis (12/6/2025), mereka hadir di tengah masyarakat Bilogai bukan dengan senjata, melainkan dengan sepatu boot dan pesan damai, menjalin kehangatan dalam suasana komunikasi sosial yang menyentuh.

    Dipimpin oleh Danpos Bilogai, Lettu Inf. Reynaldo Lubis, sebanyak 10 personel satgas mengunjungi Pdt. Norbertus, seorang tokoh agama karismatik, beserta tiga jemaatnya. Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, mereka menyerahkan bantuan sepatu boot, barang yang tampak sederhana namun sangat berarti bagi masyarakat yang sehari-hari berkebun di medan yang sulit.

    “Kami datang bukan hanya untuk memberi, tetapi juga untuk membangun jembatan hati. Sepatu ini hanyalah simbol kecil dari ketulusan kami dalam merawat persaudaraan,” ungkap Lettu Reynaldo dengan mata yang memancarkan keikhlasan.

    Reaksi Pdt. Norbertus sangat mengharukan. Dengan suara yang terbata-bata dan mata yang berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan. “Kami tidak hanya bersyukur atas bantuan yang diterima, tetapi juga atas cinta dan ketulusan yang menyertainya. Kehadiran TNI di tempat kami menjadi penguat iman dan harapan,” ujarnya.

    Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi langsung dari Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto. Ia menekankan bahwa kehadiran TNI tidak hanya bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga untuk membangun ikatan emosional dengan masyarakat. “TNI adalah tentara rakyat. Ini adalah bukti bahwa tugas kami juga mencakup menciptakan kedamaian, mempererat hubungan kasih, dan membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

    Di Bilogai, sepatu-sepatu itu kini tidak hanya berfungsi melindungi kaki, tetapi juga menjadi simbol kasih yang ditanamkan. TNI menunjukkan bahwa cinta terhadap tanah air tidak selalu perlu diungkapkan dengan suara keras; terkadang, cukup dengan langkah yang tenang, tangan yang terbuka, dan hati yang penuh kepedulian.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)