Luka Disembuhkan, Hati Tersentuh

    0
    74

    Aksi TNI Obati Warga Papua di Pedalaman Beoga

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di daerah terpencil yang jauh dari layanan medis, prajurit TNI hadir sebagai penyelamat bagi masyarakat. Salah satunya terjadi di Pos Beoga, di mana Satgas Yonif 732/Banau dengan sigap memberikan pertolongan medis kepada Mama Ellena, seorang warga yang mengalami luka bakar serius di kakinya, pada Rabu, 11 Juni 2025.

    Dalam situasi dengan fasilitas terbatas dan jarak yang jauh dari pusat kesehatan, Mama Ellena hanya bisa mengandalkan pos TNI sebagai satu-satunya tempat untuk mendapatkan perawatan. Harapannya segera terwujud ketika Pratu Atang dan Pratu Iqbal, anggota tim kesehatan Pos Beoga, segera memberikan pengobatan gratis.

    “Kami ada di sini bukan hanya untuk menjaga batas wilayah, tetapi juga untuk melindungi nyawa dan harapan masyarakat,” kata Lettu Inf Budi Hartono, Danpos Beoga, pada Rabu (11/06/2025).

    Pelayanan yang tulus berasal dari hati, bukan sekadar kewajiban. Kegiatan ini membuktikan bahwa TNI tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelindung kemanusiaan. Pratu Atang dan Pratu Iqbal merawat luka Mama Ellena dengan penuh perhatian, menunjukkan bahwa di balik seragam loreng, terdapat hati yang lembut dan empati yang mendalam.

    “Berkat kehadiran bapak TNI, kami bisa mendapatkan perawatan medis. Distrik Beoga sangat jauh dari puskesmas, tetapi bapak TNI di pos ini selalu siap membantu kami,” kata Mama Ellena dengan mata yang berkaca-kaca dan senyuman tulus.

    Kesehatan Menjadi Misi Mulia di Pedalaman
    Kegiatan pengobatan ini merupakan bagian dari misi besar Satgas Yonif 732/Banau untuk mendukung program kesehatan nasional di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Selain menyembuhkan luka fisik, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun hubungan emosional dan kepercayaan antara TNI dan masyarakat setempat.

    Dengan pendekatan yang humanis, Satgas ingin menunjukkan bahwa kehadiran TNI di Papua adalah bagian dari solusi, bukan bentuk intimidasi. Setiap tindakan yang diambil merupakan komitmen untuk mewujudkan kesejahteraan dan harapan hidup yang lebih baik di tanah Cenderawasih.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)