Loreng di Tengah Papan Tulis

    0
    74

    Prajurit TNI Menyemai Nasionalisme di Pedalaman Nduga

     

    NDUGA, Cakrayudha-hankam.com – Pada Kamis, 5 Juni 2025, suasana di tengah hutan lebat Distrik Krepkuri, Nduga, dipenuhi semangat yang luar biasa. Di dalam SD Rimba Mumugu, suara anak-anak yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya menggema, memecah keheningan hutan. Ini semua berkat kehadiran Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 733/Masariku, yang kembali berkontribusi dalam membangun masa depan Papua melalui program Bina Teritorial Wilayah (Bintahwil).

    Dipimpin oleh Letda Inf Sirajul, para prajurit tidak hanya berfungsi sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai guru, sahabat, dan penggerak semangat kebangsaan. Salah satu prajurit, Sertu Barakati, mengambil peran sebagai pengajar pada hari itu. Ia dengan sabar mengajarkan matematika dasar kepada siswa, membimbing mereka memahami angka sambil menanamkan nilai-nilai nasionalisme.

    “Kegiatan ini merupakan bagian dari program Masariku Cerdas, yang bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan dan menanamkan rasa cinta tanah air sejak usia dini,” kata Dansatgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena.

    Namun, momen yang paling mengharukan terjadi ketika seluruh siswa berdiri tegak dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan suara yang lantang, dipandu oleh Sertu Barakati. Di tengah kesederhanaan dan jauh dari keramaian kota, semangat kebangsaan justru bersinar dengan jelas. Ini adalah bukti bahwa cinta tanah air tidak mengenal batasan jarak.

    Antusiasme anak-anak sangat tinggi. Meskipun mereka belajar dalam berbagai keterbatasan, semangat mereka tetap membara, menyambut setiap pelajaran dengan mata yang berbinar penuh harapan.

    “Kami merasa sangat terbantu. Anak-anak menjadi lebih bersemangat untuk belajar dan merasa diperhatikan oleh negara,” ungkap Bapak Niko, guru SD Rimba Mumugu, dengan penuh haru.

    Kegiatan ini menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya berfokus pada materi pelajaran, tetapi juga pada kedekatan, kasih sayang, dan dorongan untuk mencapai masa depan. Hubungan akrab antara prajurit TNI dan siswa menciptakan suasana belajar yang hangat dan penuh harapan.

    “Pendidikan adalah kunci untuk masa depan. Kami ingin berperan tidak hanya sebagai penjaga wilayah, tetapi juga sebagai bagian dari proses pengembangan generasi penerus bangsa,” tegas Letkol Julius.

    Dengan kegiatan semacam ini, Satgas Yonif 733/Masariku menunjukkan bahwa pembangunan Papua tidak hanya bergantung pada senjata dan strategi militer, tetapi juga memerlukan kepedulian, pengajaran, dan semangat yang membara.

    Autentikasi:
    (Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, Dansatgas Media HABEMA/Red-033)