Presiden Prabowo akan Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal Besok

    0
    67

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Mulawarman Hannase, Pelaksana Tugas Imam Besar Masjid Istiqlal, mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan hadir dalam salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat, (06/06/2025).

    “Pada tanggal 6 Juni, kita akan melaksanakan salat Idul Adha kenegaraan yang, Insya Allah, akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” ujar Mulawarman dalam konferensi pers persiapan Idul Adha, seperti yang dilansir dari YouTube Masjid Istiqlal pada 4 Juni 2025.

    Ia juga menjelaskan bahwa setelah salat Id, Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan menyerahkan hewan kurban kepada panitia kurban Masjid Istiqlal. Pemotongan hewan kurban yang disumbangkan oleh Presiden dan umat Muslim lainnya akan dilakukan sehari setelah Idul Adha.

    Mulawarman menyampaikan bahwa perayaan Idul Adha tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, akan diadakan acara makan bersama sapi kurban yang diselenggarakan oleh Presiden, yang melibatkan anak-anak yatim di Masjid Istiqlal. Panitia kurban berencana mengundang dua ribu anak yatim dari wilayah Jabodetabek.

    “Makan bersama di Istiqlal ini akan dilaksanakan setelah pemotongan kurban pada hari Minggu, 8 Juni,” ungkapnya. Namun, Mulawarman menyatakan bahwa belum ada kepastian apakah Presiden Prabowo akan bergabung dalam acara makan bersama anak-anak yatim.

    Ketua Panitia Kurban Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, mengimbau kepada jemaah yang ingin melaksanakan salat di lantai utama untuk datang lebih awal, khususnya saat salat Subuh. Salat Id di Istiqlal dijadwalkan dimulai tepat pukul 7.00 WIB. Masyarakat yang tiba pada pukul 6.00 WIB atau setelahnya masih diperbolehkan untuk salat di pelataran masjid.

    “Kami juga mengingatkan agar jemaah tidak membawa barang-barang berharga dan selalu menjaga kebersihan serta kesucian Masjid Istiqlal,” kata Abu Hurairah. Ia meminta agar jemaah yang membawa botol minum plastik, alas koran, atau kantong plastik tidak meninggalkannya setelah salat. Selain itu, jemaah juga diminta untuk tidak bolak-balik ke toilet, mengingat diperkirakan jumlah jemaah yang hadir akan sangat banyak.

    “Mengingat bahwa Hari Raya Idul Adha tidak memiliki tradisi mudik, kami memperkirakan jumlah jemaah yang akan melaksanakan salat Idul Adha akan lebih banyak dibandingkan dengan salat Idul Fitri,” ungkapnya.

    Abu Hurairah juga menjelaskan alasan di balik pemotongan hewan kurban di Masjid Istiqlal yang dilakukan pada hari Sabtu. Ia memperkirakan jumlah jemaah yang hadir sekitar 100 hingga 150 ribu orang, sehingga penyembelihan dilakukan sehari setelahnya untuk mempermudah proses.

    Masjid Istiqlal tidak membagikan daging kurban secara langsung. Sebagai gantinya, panitia mendistribusikan daging melalui proposal yang telah diterima.

    “Sekarang kami sudah menerima banyak proposal dari berbagai pihak, termasuk rumah yatim, panti jompo, penyandang disabilitas, masjid, mushala, majelis ta’lim, kampus, dan lain-lain,” jelas Abu Hurairah.

    Abu Hurairah menyampaikan bahwa Masjid Istiqlal telah menerima sekitar 60 sapi kurban. Sapi-sapi ini disumbangkan oleh berbagai pihak, termasuk presiden, wakil presiden, menteri agama, Kementerian Dalam Negeri, mantan presiden Megawati Soekarnoputri, Kapolri, Gubernur Bank Indonesia, Gubernur DKI Jakarta, serta beberapa kementerian lainnya.

    Panitia juga menerima sumbangan dari individu, perusahaan BUMN, Shopee, Le Minerale, Huawei, dan Unilever. “Yang paling menarik, setiap tahun kami mendapatkan hadiah hewan kurban dari para romo di Katedral Jakarta,” kata Abu Hurairah. (Red-033)