Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Dan Ketahanan Nasional

    0
    63

    TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2025 Desa Mundu Tulung Klaten Ditutup

     

    KLATEN, Cakrayudha-hankam.com – Kodim 0723/Klaten menggelar upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2025 di Lapangan Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Upacara ini dipimpin oleh Kepala Staf Kodim 0723/Klaten, Mayor Inf Ismail Syahruddin, S.Sos., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Rabu, (4/6/2025).

    Dalam acara tersebut, hadir pula Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., Wakil Bupati Klaten H. Benny Indra Ardhianto, S.E., M.B.A., Kasiter Korem 074/Warastratama Letkol Inf Joko Nugroho, Kepala BPKPAD Kabupaten Klaten Fadzar Indriawan, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten Supriyono S., S.Sos., serta Kabag Prokopim/Humas Setda Klaten Risqan Iryawan, A.P., M.Si.

    Turut hadir dalam acara tersebut Camat Tulung, Hendri Pamukas, S.Sos., M.M., Danramil 16/Tulung, Kapten Inf Luis Timor, Kapolsek Tulung, AKP Karsan, S.H., serta para perwira staf dan Danramil dari Kodim 0723/Klaten. Selain itu, hadir juga Kepala Desa Mundu beserta perangkat desa, kepala desa dari seluruh Kecamatan Tulung, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

    Dalam amanatnya, Mayor Inf Ismail Syahruddin membacakan sambutan dari Pangdam IV/Diponegoro yang menyampaikan bahwa TMMD ke-124 Tahun 2025 mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah.” Tema ini mengandung makna bahwa pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa, yang merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, masyarakat, dan pemerintah daerah, bertujuan untuk mencapai pemerataan pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah serta menciptakan ketahanan nasional yang kuat.

    “TMMD adalah program kolaborasi lintas sektor yang bersifat terpadu dan berkelanjutan, melibatkan TNI, Polri, kementerian/lembaga pemerintah non-kementerian, serta pemerintah daerah. Tujuan utamanya adalah mempercepat pembangunan di daerah pedesaan, terutama di wilayah yang tertinggal, terisolir, perbatasan, kawasan kumuh perkotaan, dan daerah yang terkena dampak bencana,” tegas Pangdam IV/Diponegoro dalam amanat yang dibacakan.

    Selama pelaksanaan TMMD di Desa Mundu, semua target kegiatan berhasil diselesaikan dengan sempurna, mencapai 100 persen. Kegiatan fisik yang dilaksanakan meliputi betonisasi jalan, pembangunan jembatan, dan pembuatan talud, yang semuanya telah mencapai hasil yang optimal. Selain itu, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan bela negara, administrasi kependudukan, pencegahan stunting, dan penyuluhan tentang bahaya narkoba juga telah dilaksanakan secara menyeluruh.

    Dalam amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Klaten beserta jajaran Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah terkait, personel TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam kelancaran kegiatan TMMD secara gotong royong selama sebulan penuh.

    Di akhir amanat, Pangdam IV/Diponegoro mengingatkan agar semua hasil pembangunan, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik, dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya perawatan dan pemeliharaan untuk memastikan keberlanjutan fungsi dan masa pakai dari hasil pembangunan tersebut.

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Bupati Klaten secara simbolis meresmikan jalan hasil betonisasi, jembatan, dan talud, sebagai bentuk apresiasi dan simbol kesiapan infrastruktur tersebut untuk digunakan oleh masyarakat Desa Mundu dan sekitarnya.

    Pelaksanaan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2025 di Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong pemerataan pembangunan, serta memperkuat semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan warga setempat.

    Program TMMD bukan sekadar pembangunan fisik semata, namun menjadi manifestasi nyata dari kemanunggalan TNI dan rakyat dalam memperkuat ketahanan wilayah melalui pendekatan pembangunan yang inklusif dan partisipatif. Seluruh pihak diharapkan terus menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dicapai bersama, sehingga dapat digunakan secara maksimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang. (Red-033)